Dark/Light Mode

Lewat BACenter, Burhanuddin Abdullah Ingin Koperasi-UMKM Berdaya Saing Global

Minggu, 20 Juli 2025 16:20 WIB
Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia 2003-2008 saat launching BACenter di Savana Golf, Jakarta, Minggu (20/7/2025).  (Foto : ist)
Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia 2003-2008 saat launching BACenter di Savana Golf, Jakarta, Minggu (20/7/2025). (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Prof. Burhanuddin Abdullah membentuk lembaga kajian independen, yang diberi nama BACenter. Fokus utamanya, mendorong penguatan sektor koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia berdaya saing global.

Sebagai lembaga kajian independen, BACenter akan menggabungkan riset akademik, advokasi kebijakan, pengembangan kapasitas, dan pendampingan untuk melakukan transformasi kelembagaan koperasi dan UMKM.

Visi besarnya mewujudkan koperasi dan UMKM sebagai pilar utama ekonomi nasional yang inklusif,  tangguh, dan berdaya saing global.

"Sektor UMKM dan koperasi memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja di banyak negara, termasuk di Indonesia," kata Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia 2003-2008 saat launching BACenter di Suvana Jakarta Golf Club, Jakarta, Minggu (20/7/2025).

Baca juga : Unika Atma Jaya Siapkan Dokter Unggul, Humanis, Dan Berdaya Saing Global

Menurut Burhanuddin, UMKM berkontribusi hingga 61% terhadap pembentukan PDB dan mampu menyerap 97% tenaga kerja nasional, serta mewakili 99% dari seluruh unit bisnis.

Namun, 67% UMKM beroperasi di sektor informal, tingkat pertumbuhan produktivitas dan inovasi yang rendah. Sementara akses ke pasar ekspor terbatas, hanya 15.8% dari total ekspor.

"Ini mengisyaratkan adanya tantangan yang besar dalam kaitannya dengan modal manusia, logistik, kompleksitas regulasi, akses pasar,  dan pembiayaan," paparnya 

Sementara koperasi yang diharapkan akan menjadi soko guru perekonomian rakyat dan instrumen utama peningkatan kesejahteraan masyarakat, kontribusinya terhadap PDB masih relatif kecil.

Baca juga : Gus Yahya Temui Pejabat Tinggi Jerman, Bahas Kolaborasi Misi Kemanusiaan Global

Beberapa pihak memperkirakan bahwa peran Koperasi dalam pembentukan PDB masih di sekitar 2% saja, meskipun pemerintah menargetkan peningkatan hingga 5.5% pada 2024 dan 10% di masa depan. 

"Tantangan koperasi meliputi kualitas sumber daya manusia, keterbatasan pendanaan, tata kelola yang kurang transparan dan potensi intervensi politik," jelas Komut PLN ini.

Misi BACenter yang ingin dibangun, menurut Burhanuddin, adalah menghasilkan kajian strategis berbasis data untuk perumusan kebijakan termasuk memikirkan strategi pendanaan.

Membangun ekosistem inovatif bagi pertumbuhan koperasi dan UMKM, mendorong adopsi teknologi, keberlanjutan, dan model bisnis masa depan; dan menjadi mitra pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM.
 
Dalam kegiatan kesehariannya, BACenter akan menjadi platform diskusi dan pertukaran ide antara berbagai pemangku kepentingan; melakukan penelitian mendalam dan relevan tentang isu-isu strategis yang dihadapi koperasi dan UMKM.

Baca juga : Rakor Di Lapangan Banteng, Menteri Ara Ingin Permen KUR Perumahan Selesai Juli

"Kami akan mengembangkan model dan kerangka kerja inovatif untuk peningkatan kapasitas dan daya saing, termasuk menyediakan pelatihan dan program pengembangan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.