Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal Tantiem Komisaris BUMN, Denny JA Dukung Arahan Presiden
Rabu, 6 Agustus 2025 11:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi, Denny JA menyatakan dukungan penuhnya terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta komisaris BUMN untuk lebih fokus pada pengabdian daripada mengejar tantiem atau bonus tahunan.
Arahan Presiden tersebut dianggap Denny bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan undangan moral dan spiritual untuk mengembalikan jabatan publik sebagai bentuk kontribusi, bukan sebagai ladang insentif. “Saya menerima pesan Presiden sebagai panggilan hati. Sebuah kesempatan untuk menjadikan jabatan bukan sekadar posisi strategis, tapi jalan kontribusi yang bermakna,” ujar Denny.
Sebagai latar, tantiem adalah bonus tahunan yang biasanya diberikan kepada jajaran direksi dan komisaris sebagai penghargaan atas pencapaian kinerja perusahaan. Dalam arahannya, Presiden meminta agar para komisaris BUMN menanggalkan orientasi semacam itu dan lebih mengedepankan kontribusi nyata untuk kemajuan perusahaan milik negara.
Baca juga : Hut Ke-49, PT Timah Konsisten Dukung Pembangunan Nasional
Denny JA menegaskan bahwa sejak muda, ia memegang prinsip hidup Power of Giving (kekuatan memberi). Prinsip ini menurutnya lahir dari pengalaman hidup, bukan sekadar teori. Ia tumbuh dari latar ekonomi sederhana dan kini mengelola 22 perusahaan lintas sektor, dari hotel, restoran, hingga teknologi dan pertambangan.
Sebagai bentuk nyata dari prinsip tersebut, ia mendirikan Denny JA Foundation, yayasan yang berfokus pada pengembangan sastra dan spiritualitas. Yayasan ini memberikan penghargaan tahunan kepada para penulis, mendanai festival puisi esai, serta menginisiasi pengajaran spiritualitas di sembilan kampus.
“Saya menerima amanah komisaris justru karena saya sudah selesai soal ekonomi. Mindset saya tumbuh untuk memberi, bukan mengambil,” tegasnya.
Baca juga : Bebaskan Hasto dari Rutan, KPK Tunggu Surat Presiden
Sejak ditunjuk sebagai Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi pada Juli 2025, Denny mengaku menjalankan perannya tidak hanya lewat rapat, tapi juga melalui tulisan dan pemikiran. Ia telah menulis lebih dari 20 esai seputar sektor energi, dan kini sedang menyusun buku bertajuk Make Pertamina Great Again: Minyak, Politik dan Bisnis di Era AI.
Dalam polemik tantiem, Denny sempat menyampaikan pandangan bahwa secara tata kelola korporasi global, tantiem untuk komisaris merupakan hal yang lazim, terutama di sistem dua dewan (two-tier board) seperti di Indonesia. “Di banyak negara Eropa, komisaris yang aktif dalam pengawasan strategis memang diberi tantiem,” jelasnya.
Namun demikian, ia menegaskan akan tunduk penuh pada keputusan Presiden yang ingin menghapus tantiem sebagai bagian dari transformasi moral BUMN. “Ketika Presiden berbicara soal tugas komisaris BUMN, saya ikut berdiri di barisan yang sama. Ini bukan soal uang, tapi soal arah,” tegas Denny.
Baca juga : ABI Konsisten Dukung Perjuangan Palestina Dan Iran
Denny JA menutup pernyataannya dengan menyerukan agar reformasi BUMN tidak hanya dilakukan dalam struktur dan kebijakan, tetapi menyentuh jiwa dan etos lembaga negara. Baginya, pengabdian adalah semangat utama yang harus dihidupkan kembali.
“Kontribusi terbaik tidak diukur dari angka di rekening pribadi, tapi dari nilai yang tertanam dalam sejarah negeri. Dan nilai itu hanya bisa lahir dari kekuatan paling sunyi, namun paling dahsyat: Power of Giving,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya