Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum (Ketum) Ahlulbait Indonesia (ABI), Zahir Yahya menegaskan pihaknya konsisten memperjuangkan hak rakyat Palestina atas serangan dari Israel. Sikap ini, berpijak pada nilai-nilai Islam, prinsip-prinsip kemanusiaan universal, serta amanat konstitusi Republik Indonesia (RI).
“ABI memandang bahwa dukungan terhadap Palestina dan sikap terhadap Iran tidak boleh direduksi menjadi konflik sektarian atau persaingan politik regional,” kata Zahir, di Kantor ABI, di Jakarta, Senin (21/7/2025).
ABI menilai, dukungan terhadap Palestina dan Iran yang saat ini berkonfrontasi dengan Israel adalah sebuah keniscayaan. Asumsinya, Palestina adalah bangsa yang dijajah dan dilucuti hak-haknya, sementara Iran adalah negara yang secara terbuka membela hak rakyat Palestina dan menjadi korban serangan militer langsung oleh Israel.
Baca juga : BRI Dukung Pengembangan Kopdes Merah Putih Lewat Layanan AgenBRILink
Bacaannya, tindakan balasan Iran terhadap agresi militer Israel merupakan bentuk pembelaan diri yang sah menurut hukum internasional. Hal ini sejalan dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menyatakan.
“Tidak ada dalam Piagam ini yang mengurangi hak yang melekat untuk pembelaan diri secara individu maupun kolektif apabila terjadi serangan bersenjata terhadap suatu Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tegasnya.
Pun, prinsip ini diperkuat oleh Pasal 28 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM): “Setiap orang berhak atas suatu tatanan sosial dan internasional di mana hak dan kebebasan yang termaktub dalam deklarasi ini dapat sepenuhnya diwujudkan,” katanya.
Baca juga : Bantu Ekonomi Dan Pangan, PNM Bagikan 240 Ekor Ayam
Bahkan dalam pernyataan resminya, Amnesty International menegaskan bahwa, setiap negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi rakyatnya dari serangan eksternal yang melanggar hukum internasional. "Tindakan pembelaan diri yang proporsional adalah hak yang diakui secara universal," ungkapnya.
ABI menegaskan, bahwa dukungan terhadap Palestina dan Iran bukan didasari oleh pertimbangan politik kekuasaan, sektarianisme, atau fanatisme mazhab. Melainkan pada prinsip keadilan sosial, kedaulatan bangsa, dan keteguhan melawan dominasi asing.
Nilai-nilai yang sejalan dengan ajaran luhur Nabi Muhammad SAW dan Ahlul Bait yang suci. “Dengan ini, ABI menyerukan kepada umat Islam dan seluruh bangsa Indonesia untuk tetap bersikap objektif dan adil dalam menyikapi dinamika global. Menolak narasi sektarian yang menyesatkan, dan mendukung perjuangan kemanusiaan sebagai amanat moral, konstitusional, dan spiritual bersama,” pungkasnya.
Baca juga : Bank Jakarta Dukung Persija Arungi Super Liga 2025-2026
Sementara, Wakil ketua Umum (Waketum) ABI Ahmad Hidayat mengatakan pihaknya bersyukur atas suksesi Peringatan Asyura 1447 H secara damai dan tertib di berbagai wilayah Indonesia. Keberhasilan ini merupakan cerminan meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah dalam menjamin ruang ekspresi keagamaan yang sah, konstitusional, dan bermartabat.
“Bagi ABI, Asyura bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum spiritual yang meneguhkan nilai-nilai keadilan, keberanian melawan kezaliman, dan kepedulian terhadap kaum tertindas. Nilai-nilai yang sangat relevan dalam membangun bangsa yang berkeadaban dan berkeadilan sosial,” kata Ahmad Hidayat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya