Dark/Light Mode

Rosan Gercep Bangun Kampung Haji, Jemaah Dibikin Nyaman Dan Dekat Masjidil Haram

Kamis, 14 Agustus 2025 19:31 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Foto: Instagram/danantara.indonesia
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Foto: Instagram/danantara.indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia menegaskan pembangunan Kampung Haji di Makkah tak hanya soal jarak ke Masjidil Haram. Proyek ini disebut akan mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan kelayakan fasilitas bagi jemaah haji maupun umrah asal Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani memastikan pihaknya akan mengawal langsung proses dari awal hingga terwujudnya fasilitas yang representatif. Langkah ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Insyaallah, kami akan mengawal proses ini dari tahap awal hingga terwujud, sehingga jamaah Indonesia memiliki fasilitas yang representatif dan layak selama menjalankan ibadah,” ujar Rosan, Kamis (14/8/2025).

Rosan mengungkapkan, Kampung Haji nantinya akan menyediakan penginapan yang nyaman dan modern, pusat layanan terpadu untuk kebutuhan ibadah, klinik kesehatan, hingga ruang pembinaan manasik. Lokasinya pun dirancang berada di titik strategis di Makkah.

Baca juga : Rosan Terbang Ke Makkah, Kampung Haji Bukan Lagi Mimpi

Dalam kunjungan kerjanya ke Jeddah dan Makkah, Rosan meninjau lebih dari 10 opsi lahan dan tiga proyek besar yang dinilai potensial. Semua opsi itu dikaji dari segi teknis, legalitas, hingga keberlanjutan pengelolaan.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi bagi jutaan jemaah haji dan umrah Indonesia setiap tahunnya,” ucapnya.

Tak hanya melakukan peninjauan lahan, Rosan juga bertemu dengan otoritas Arab Saudi. Pertemuan itu termasuk dengan Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC), lembaga yang menangani perencanaan dan pengembangan fasilitas di Makkah dan area Tanah Suci.

Bersama Badan Penyelenggara Haji RI (BP Haji), ia juga bertemu Kementerian Haji dan Umrah, serta Kementerian Investasi Arab Saudi. Rosan menegaskan, semua langkah ini penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai aturan dan memenuhi standar tinggi pelayanan jemaah.

Baca juga : Dukung Pembangunan Kampung Haji, Amphuri Sulampua: Harus Dekat Masjidil Haram

“Kami tidak hanya fokus pada jarak ke Masjidil Haram, tetapi juga memperhatikan aspek kenyamanan, keamanan, dan kelayakan fasilitas bagi jemaah,” tegas Rosan.

Kesempatan memiliki aset di Makkah kini terbuka lebar setelah Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan yang mengizinkan entitas asing memiliki properti di kota suci. Rosan memastikan Indonesia akan bergerak cepat memanfaatkan peluang ini.

“Kami ingin memastikan Indonesia menjadi salah satu pihak pertama yang memanfaatkan peluang ini,” ujarnya.

Rosan menyebut, Kampung Haji bukan sekadar proyek infrastruktur. Ia memandangnya sebagai simbol kehadiran dan komitmen negara bagi warganya yang beribadah di Tanah Suci.

Baca juga : Gibran: Saya Siap Ditugaskan ke Mana Pun

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman dan bangga bagi para jemaah kita,” katanya.

Ia berharap, keberadaan kampung haji bisa membuat setiap jemaah merasakan kehadiran dan dukungan penuh dari negara. “Mohon doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia agar langkah ini diberkahi Allah SWT, berjalan lancar, dan menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” pungkas Rosan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.