Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kisah Perjuangan Paskibraka Nasional, Ada Yang Dagang Jagung Bakar Tiap Weekend
Minggu, 17 Agustus 2025 08:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rasa bangga, haru, dan penuh semangat terpancar dari wajah para pelajar yang baru saja dikukuhkan menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional tahun 2025 di Istana Negara, Jakarta, pada Sabtu (16/8/2025).
Para pelajar datang dari berbagai penjuru Nusantara, membawa cerita perjuangan masing-masing hingga terpilih mengemban amanah mengibarkan sang Merah Putih di Istana Merdeka. Paskibraka dari Papua Barat, Ritha Lovely Chantika Febiolla Ayomi tak kuasa menyembunyikan rasa bahagia sekaligus terharu, saat dipercaya menjadi pemimpin upacara dalam pengukuhan kemarin. “Campur aduk. Ada bahagia dan terharu,” ucapnya.
Perjalanan Ritha menjadi Paskibraka tingkat nasional dimulai sejak mengikuti paskibraka dari tingkat sekolah, kabupaten, provinsi, hingga akhirnya lolos ke tingkat nasional. Baginya, semua tahap itu adalah anugerah.
Baca juga : Aktivis 98 Gelar Retreat dan Konsolidasi Nasional di Yogyakarta
“Pertama itu, saya ada ikut paskibraka sekolah. Tahun 2025, saya ada ikut seleksi paskibraka kabupaten terus ke provinsi, dan Puji Tuhan ke nasional. Dan nasional juga, Puji Tuhan lolos,” tuturnya.
Sementara dari Papua Selatan, kisah penuh keteguhan hati datang dari Abraham Sarau. Ia mengaku sangat bahagia dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka, meski perjalanan menuju titik ini penuh tantangan yang membuatnya hampir menyerah.
“Kami sempat beberapa kali menyerah. Tapi semangat membara teman-teman, membuat jiwa kami menjadi satu,” ungkapnya.
Baca juga : Panggil Panglima TNI Ke Hambalang, Prabowo Singgung Ancaman Perang
Di balik perjuangannya, Abraham mengatakan bahwa dirinya mendapat dukungan besar dari sekolah, guru, hingga orang tua.
Sementara itu, Paulus Gregorius Afrizal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) merasa bangga dapat mewakili daerahnya. Bagi Paulus, masa latihan adalah pengalaman yang berharga. “Latihannya tiap hari kami cukup konsisten. Kami jaga kesehatan supaya upacara lancar,” tutur Paulus.
Dalam kesehariannya, Paulus mengaku berdagang jagung bakar di akhir pekan untuk membantu ekonomi keluarga. Di sela waktu sekolah dan berlatih karate.
Baca juga : Persija Banggakan Prestasi Dony Tri dan Hannan Di Timnas U-23
“Saya juga mau membantu ekonomi keluarga. Saya tidak dipaksa oleh siapa pun. Saya punya kemauan sendiri untuk membantu orang tua. Saya juga bisa menyisihkan waktu untuk sekolah, latihan. Saya juga seorang atlet karate," papar Paulus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya