Dark/Light Mode

KI Pusat Gandeng AI3 Untuk Monev Keterbukaan Informasi Publik 2025

Kamis, 21 Agustus 2025 15:54 WIB
Komisi Informasi (KI) Pusat resmi membuka rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2025. (Foto: KI)
Komisi Informasi (KI) Pusat resmi membuka rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2025. (Foto: KI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Monev Keterbukaan Informasi Publik 2025 resmi dimulai. Tahun ini, Komisi Informasi (KI) Pusat menggandeng AI3 guna memastikan proses evaluasi lebih objektif dan efisien.

Komisi Informasi (KI) Pusat resmi membuka rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2025 pada Jumat (15/8/2025). Agenda tahunan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan implementasi keterbukaan informasi di seluruh badan publik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.

Ketua KI Pusat, Donny Yoesgiantoro, menegaskan keterbukaan informasi publik tidak hanya kewajiban hukum, melainkan juga tanggung jawab moral negara kepada masyarakat. “Keterbukaan informasi adalah kunci membangun kepercayaan publik, mendorong partisipasi masyarakat, sekaligus menjamin pemerintahan yang akuntabel,” ujarnya.

Baca juga : Pusat PVTPP Tampilkan Kebun Dan Varietas Unggul Di Pameran IPxpose 2025

Menurut Donny, melalui Monev tahunan, KI Pusat ingin memastikan prinsip transparansi benar-benar hadir di setiap badan publik.“Badan publik adalah pihak yang memiliki informasi, sedangkan masyarakat adalah pihak yang membutuhkannya. Maka, keterbukaan adalah bentuk keadilan,” tambahnya.

Untuk pertama kalinya, Monev 2025 menghadirkan inovasi penggunaan Artificial Intelligence (AI). KI Pusat menggandeng Artificial Intelligence Implementation Initiative (AI3) guna mendukung proses validasi data agar lebih cepat, efisien, dan akurat.

Donny menjelaskan, pemanfaatan AI akan membuat penilaian lebih objektif. “Mulai dari pengisian data hingga tahap verifikasi, AI memastikan proses berjalan transparan,” katanya.

Baca juga : BTP Gandeng BACT Tingkatkan Standar Operasional TPK Batu Ampar

Hal senada disampaikan Komisioner KI Pusat, Handoko Agung Saputro. “Verifikator manusia sering dipengaruhi kepentingan atau ketidaktelitian. Dengan AI, hasil penilaian lebih presisi dan akuntabel. Jika sebuah badan publik dinyatakan informatif, masyarakat bisa lebih percaya,” tegasnya.

Sebagai mitra strategis, AI3 memastikan dukungan penuh terhadap penerapan AI pada Monev 2025. Pendiri AI3, Sony Subrata, menyebut langkah KI Pusat sebagai inovasi penting. “Kami mendukung sepenuhnya KI Pusat dalam memanfaatkan teknologi AI. Kehadiran AI3 bertujuan mempercepat sekaligus meningkatkan akurasi proses Monev tahun ini,” ujar Sony, Kamis (21/8/2025).

Ia menambahkan, AI3 tengah mengembangkan teknologi kecerdasan artifisial yang bisa diimplementasikan lebih luas di berbagai lembaga pemerintah maupun publik. “Kami mengembangkan AI khusus untuk kebutuhan KI Pusat agar layanan publik bisa semakin baik,” jelasnya.

Baca juga : Pupuk Indonesia-PCG Perkuat Sinergi untuk Ketahanan Pangan & Hilirisasi Industri

Sony menilai KI Pusat sebagai salah satu lembaga paling progresif dalam mengadopsi teknologi baru. “KI Pusat telah menjadi pelopor. Lembaga negara lain, baik pusat maupun daerah, perlu mengikuti langkah serupa. AI adalah terobosan yang tak bisa lagi diabaikan,” pungkasnya.

Sebagai catatan, AI3 merupakan platform kolaboratif yang mempertemukan pakar AI, akademisi, konsultan, dan pembuat kebijakan. Misinya adalah menghadirkan solusi kecerdasan artifisial mutakhir untuk mendorong produktivitas, efisiensi, dan pertumbuhan berkelanjutan di sektor publik maupun swasta Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.