Dark/Light Mode

Dua Jalur Utama Disekat, Polres Tasikmalaya Cegah Massa Aksi Menuju Jakarta

Jumat, 29 Agustus 2025 09:04 WIB
Operasi penyekatan dua jalur utama Tasikmala untuk mencegah keberangkatan massa aksi ke Jakarta, Kamis (28/8). Foto: Humas Polri
Operasi penyekatan dua jalur utama Tasikmala untuk mencegah keberangkatan massa aksi ke Jakarta, Kamis (28/8). Foto: Humas Polri

RM.id  Rakyat Merdeka - Polres Tasikmalaya menyekat dua jalur utama di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk mencegah keberangkatan massa aksi ke Jakarta.

Polisi menempatkan personel di Simpang Empat Muhtamar yang berbatasan dengan Kota Tasikmalaya serta di kawasan Tapal Kuda yang berbatasan dengan Kabupaten Garut. Dua titik itu disebut sebagai jalur strategis yang kerap dilintasi kendaraan menuju Jakarta.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Haris Dinzah mengatakan operasi penyekatan berjalan tanpa hambatan. Pihaknya memeriksa setiap kendaraan yang melintas di jalur tersebut secara acak untuk memastikan tidak ada rombongan massa aksi yang melewati jalur perbatasan. 

Baca juga : Tinjau Sekolah Rakyat Deli Serdang, Wapres Kawal Kemudahan Akses Pendidikan

Kendaraan pribadi, bus, hingga angkutan barang ikut dihentikan petugas untuk diperiksa.

“Operasi berjalan lancar, kami berhasil mencapai tujuan kami untuk mencegah keberangkatan massa, ini berkat koordinasi yang baik dari semua pihak,” kata Haris, dikutip dari laman resmi Polri, Jumat (29/8/2025).

Menurut Haris, operasi yang dipimpin langsung olehnya itu bertujuan mencegah mobilisasi massa dari berbagai kelompok, mulai dari pelajar, serikat buruh, hingga mahasiswa, yang berniat menuju Jakarta. 

Baca juga : Presiden Bahagiakan Jemaah Haji Indonesia

“Kegiatan penyekatan ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar pelajar maupun massa dari Tasikmalaya tidak berangkat menuju Jakarta untuk ikut serta dalam aksi,” ujarnya.

Seluruh personel yang diterjunkan disebut sudah mendapat arahan detail sebelum operasi digelar. Mereka diminta mengutamakan ketegasan namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif saat berhadapan dengan masyarakat.

Sejumlah anggota polisi lalu lintas (Polantas) tampak berjaga di persimpangan jalan. Sementara itu, tim intelijen dan Sabhara juga disiagakan untuk mengidentifikasi pergerakan kelompok masyarakat yang dinilai mencurigakan.

Baca juga : Bela Negara Merawat Eksistensi Keutuhan dan Kedaulatan NKRI

Pemeriksaan kendaraan dilakukan secara menyeluruh. Petugas membuka bagasi, mengecek barang bawaan, hingga menanyai sopir dan penumpang terkait tujuan perjalanan mereka. Namun, tidak ditemukan indikasi keberangkatan massa aksi.

Selama operasi berlangsung, kondisi lalu lintas di sekitar titik penyekatan relatif normal. Tidak ada penumpukan kendaraan berarti meski pemeriksaan berlangsung ketat. Warga yang melintas disebut kooperatif saat diperiksa aparat.

Kapolres memastikan situasi di wilayah hukumnya aman dan kondusif pascaoperasi. “Hasil dari operasi ini menunjukkan bahwa tidak ada massa aksi dari serikat buruh, mahasiswa, maupun kelompok lainnya yang melakukan pergerakan perjalanan menuju Jakarta,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.