Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ojol Dan Warga Bersihkan Pos Polisi Yang Dibakar Massa Di Surabaya
Minggu, 31 Agustus 2025 13:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Puluhan pengemudi ojek online (ojol) bersama warga Surabaya bergotong royong membersihkan pos polisi yang dirusak dan dibakar oleh massa aksi pada Jumat (29/8/2025) dini hari. Aksi bersih-bersih ini dilakukan Sabtu (30/8) sore sekitar pukul 16.00 WIB di tiga titik, yakni Pos Lantas Bundaran A. Yani (Taman Pelangi), Pos Raya Darmo (Taman Bungkul), dan Pos Wonokromo (sisi timur Kebun Binatang Surabaya).
Dalam kegiatan tersebut, para pengemudi ojol dan warga membersihkan serpihan kaca, menyapu jalan, mengepel lantai, hingga mengecat ulang dinding pos yang terbakar dan penuh coretan. Aksi ini menarik perhatian pengendara yang melintas dan mendapat banyak apresiasi. Beberapa warga bahkan berhenti untuk mengabadikan momen tersebut.
Baca juga : Ojol Dan Warga Surabaya Gotong Royong Bersihkan Pos Polisi Yang Dibakar Massa
Septinda, warga Banyuurip, mengaku terharu melihat kekompakan antara pengemudi ojol dan masyarakat. “Ini tadi pas lewat kok banyak driver ojol ngecat, terus sama teman saya berhenti, sempat ngerekam sebentar. Mereka terlihat kompak sekali,” ujar Septinda.
Sementara itu, Eko Setiawan, salah satu pengemudi ojol yang terlibat, mengatakan aksi ini dilakukan secara spontan sebagai bentuk kepedulian terhadap kota Surabaya. “Demo boleh, tapi tolong jangan rusak kota ini. Surabaya ini rumah kita, tempat kita mencari nafkah,” kata Eko.
Baca juga : Prabowo Perintahkan Kapolri & Panglima TNI Tindak Tegas Massa Anarkis
Ia menambahkan bahwa seluruh biaya pembersihan berasal dari swadaya para pengemudi ojol. “Ini tadi kami patungan, swadaya (biaya untuk membersihkan lokasi),” jelas Eko. Setiap pos polisi dibersihkan oleh 10 hingga 20 orang pengemudi ojol dengan semangat gotong royong demi memulihkan kondisi kota.
Aksi solidaritas ini diharapkan menjadi contoh positif bagi masyarakat untuk menjaga ketertiban dan fasilitas umum, serta menegaskan pentingnya rasa memiliki terhadap kota Surabaya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya