Dark/Light Mode

Nepal Bergejolak, WNI Diminta Waspada

Rabu, 10 September 2025 23:10 WIB
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha

RM.id  Rakyat Merdeka - Situasi keamanan di Nepal, memanas usai gelombang protes besar-besaran Generasi Z pecah di berbagai kota, termasuk Kathmandu. 

Aksi yang dimulai Senin (8/9) itu dipicu keputusan Pemerintah memblokir 26 platform media sosial populer seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube, dan X.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha menyebut, KBRI Dhaka yang membawahi Nepal telah berkoordinasi dengan otoritas setempat, Konsul Kehormatan RI di Kathmandu, serta komunitas WNI. 

Baca juga : Situasi Masih Dinamis, WNI Di Nepal Diminta Waspada

"Hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang menjadi korban," ujar Judha, Rabu (10/9/2025).

Menurut data KBRI, terdapat 57 WNI menetap di Nepal, 43 anggota delegasi RI menghadiri konferensi internasional di Kathmandu, 2 anggota TNI ikut pelatihan, serta 23 wisatawan. Semua diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi lokasi kerusuhan.

KBRI Dhaka juga mengimbau WNI memantau informasi resmi, segera lapor diri, dan menghubungi kontak darurat jika membutuhkan bantuan hotline KBRI Dhaka +8801614444552, Konsul Kehormatan RI di Kathmandu +9779851046514 atau +9779801190989.

Baca juga : Merah Putih Berkibar Di Tanah Drakula, WNI Di Rumania Kenang Kampung Halaman

Ia menjelaskan, kerusuhan dipicu kekecewaan publik, terutama anak muda, terhadap korupsi, memburuknya ekonomi, serta pembatasan kebebasan berekspresi. Pemblokiran media sosial dinilai sebagai upaya membungkam suara rakyat. Aksi ini pun dikenal dengan sebutan “Protes Generasi Z”.

Situasi masih dinamis dan belum menunjukkan tanda mereda. 

“Pemerintah Indonesia melalui KBRI Dhaka terus memantau perkembangan serta siap memberikan bantuan bagi WNI di Nepal,” tegasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.