Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kohati HMI Sayangkan Rahayu Saraswati Mundur, Perempuan Di DPR Makin Menyusut
Minggu, 14 September 2025 15:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Umum Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Dri Fia Yulanda menyayangkan keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang mundur dari DPR. Yola, biasa disapa, mundurnya Saraswati Djojohadikusumo menandai mulai berkurangnya sosok figur perempuan muda yang selama ini membawa semangat pembaruan di Parlemen.
“Apalagi Saraswati tidak hanya berkiprah di Parlemen, akan tetapi Rahayu Saraswati pun dikenal dengan rekam jejak prestasi sangat membanggakan. Pernah menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dan kembali terpilih untuk periode 2024-2029,” kata Yola, dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).
Baca juga : Peluang dan Tantangan Transformasi Perpustakaan Digital
Menurutnya, Sara juga dari aktif dalam isu-isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui organisasi Saraswati Learning Center, yang fokus pada pendidikan inklusif bagi anak-anak difabel. Ponakan Presiden Prabowo itu juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sehingga berperan dalam berbagai forum nasional maupun internasional yang menyoroti isu kesetaraan gender dan partisipasi generasi muda.
“Keputusan Saraswati tersebut dinilai sebagai kehilangan besar bagi representasi perempuan yang sangat progresif di parlemen, sebab selama ini ia mampu menghadirkan energi segar, responsivitas, dan kedekatan dengan aspirasi rakyat kecil,” ucap yola.
Baca juga : Mahadewi Gema Bangsa: Negara Kuat Karena Ada Perempuan Hebat
Yola menilai Saraswati adalah sosok perempuan yang merepresentasikan aktivis muda berkapasitas intelektual mumpuni. Dekat dengan kalangan organisasi kepemudaan dan sering menghadirkan gagasan otentik bagi generasi muda. "Apalagi, dengan adanya kemunduran ini tanda berkurangnya keterwakilan perempuan di Parlemen," sebut Yola.
Keterwakilan perempuan merupakan bagian dari upaya untuk memastikan terwakilinya kepentingan-kepentingan perempuan dalam berbagai kebijakan sehingga sangat disayangkan. "Seharusnya, Saraswati dapat terus mengupayakan dan menyuarakan aspirasi-aspirasi anak muda dan perempuan dengan tetap bertahan di parlemen sehingga tetap menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda," imbuh ia.
Baca juga : Misbakhun Usulkan Penurunan Tarif Pajak
Maka dari itu, Yola mengajak seluruh perempuan untuk mengembangkan potensinya sebagai generasi penerus bangsa dan harus berani mengambil alih ruang-ruang strategis. "Sehingga kuota 30 persen keterwakilan perempuan seterusnya meningkat demi masa depan bangsa," tutup Yola.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya