Dark/Light Mode

Sekolah Rakyat dari Perspektif Tasawuf

Minggu, 28 September 2025 14:45 WIB
Budi Rahman Hakim, MSW., Ph.D (kiri), praktisi dan akademisi Tasawuf Sosial dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi tentang Tasawuf. [Foto Ilustrasi: ]
Budi Rahman Hakim, MSW., Ph.D (kiri), praktisi dan akademisi Tasawuf Sosial dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi tentang Tasawuf. [Foto Ilustrasi: ]

 Sebelumnya 

Lahir pada 21 Oktober 1976 di Purwakarta, Indonesia, Budi adalah seorang akademisi, penulis, dan tokoh intelektual Muslim Indonesia yang dikenal karena kontribusinya dalam bidang tasawuf, pekerjaan sosial Islam, dan transformasi spiritual dalam pembangunan masyarakat.

 

Ia menjabat sebagai dosen tetap di Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Latar belakang dan pendidikan

Budi menghabiskan masa kecil dan remajanya di lingkungan pesantren. Ia memperoleh gelar Sarjana Agama (S.Ag) dari Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN, kini UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2000. Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa dan pers kampus, serta pernah terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa tingkat institut. Ia lulus dengan predikat tertinggi (summa cum laude) dan sempat bekerja sebagai wartawan.

Pada 2002, ia memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di McGill University, Montreal, Kanada, dan menyelesaikan gelar ganda dalam bidang Bachelor of Social Work (B.S.W.) dan Master of Social Work (M.S.W.) dengan nilai sempurna (GPA 4.0). Tesis masternya berjudul Modernization of Social Work and the State: A Critical Survey of Its Development in Indonesia. Di Kanada, ia juga aktif dalam organisasi Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Kanada (PERMIKA).

Pada 2015, Budi mengikuti program Summer School di NISIS (Netherlands Interuniversity School for Islamic Studies), Leiden University, dan di tahun yang sama mendapat beasiswa penuh untuk program doktoral di Tilburg University, Belanda. Ia meraih gelar Ph.D. di bidang Humaniora majoring Islamic Mysticism dengan disertasi berjudul Actualization of Neo Sufism: A Case Study of the Qadiriyya Naqshabandiyya Ma’had Suryalaya Sufi Order.

Karier

Budi Rahman Hakim memulai karier jurnalistiknya pada tahun 2000 dan pernah menjabat sebagai redaktur serta anggota direksi media nasional. Ia juga pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) selama dua periode. Dalam lingkup pemerintahan, ia pernah menjadi anggota tim media untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pilpres 2009 serta menjadi Utusan Khusus Menteri Negara BUMN pada periode 2010–2014.

Baca juga : Sekolah Rakyat, Melunasi Utang Kemerdekaan, Menuju Indonesia Emas 2045

Sejak 2021, ia menjabat sebagai penasihat kerohanian untuk Keraton Kacirebonan dan Kerajaan Sumedang Larang.

Budi Rahman Hakim, Pendiri & Pimpinan Pesantren Peradaban Dunia JAGAT ‘ARSY, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten

Ia juga mendirikan sebuah pesantren modern, Pesantren Peradaban Dunia JAGAT ‘ARSY, di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, bersama istrinya.

Penghargaan

Pada 2021, Budi menerima sejumlah penghargaan, termasuk dari Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) dalam Musyawarah Adat Kerajaan Nusantara I di Sumedang. Ia juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Budaya dari Yayasan Peduli Anak Indonesia dan sebagai International Patron dari Princess Natasha Dematra dalam peringatan World Civilization Day. Pada 3 Januari 2025, ia dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X Tahun oleh Presiden Republik Indonesia.

Karya

Budi Rahman Hakim telah menulis puluhan buku, kolom opini, serta artikel ilmiah di berbagai jurnal nasional dan internasional. Di antara karya bukunya yang telah terbit:

• Teologi Penanggulangan Kemiskinan (2006)

• Rakyat Belum Merdeka (2014)

• Rethinking Social Work Indonesia (2015)

• Kenapa Berthoriqoh (2015)

Baca juga : Cek Sekolah Rakyat Palembang, Wapres: Pendidikan Jalan Keluar Dari Kemiskinan

• Menembus Ruang dan Waktu (dua jilid, 2015)

• Kanzul 'Arsy (lima jilid, 2017)

• Tuntunan Sholat Thoriqoh (2018)

• Seri Lautan Tanpa Tepi (sembilan jilid, 2021)

• Neosufisme, Perjuangan Kemerdekaan & Cita-Cita Negara Modern: Biografi Syeikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad (2022)

• Selayang Pandang Tasawuf dan Tarekat Sufi (2023)

• Genealogi Neosufisme di Indonesia: Dari Asketisme ke Aktivisme Sosial (2025)

• Akhlak Tasawuf: Pendidikan Karakter Berbasis Tarekat Sufi (2025)

• Pengantar Ilmu Tasawuf: Fondasi Konseptual, Kerangka Filsafat dan Relevansi Zaman (2025)

Beberapa karyanya yang sedang dalam proses publikasi:

Baca juga : Sudah Tak Ada Aroma Banteng di Pemerintahan

• Sufistikasi Pembangunan Sosial: Kerangka Kebijakan dan Programnya untuk Indonesia

• Menggagas Sufinomic: Kerangka Politik-Ekonomi Spiritual untuk Indonesia Maju dan Sejahtera

• Sufipreneur: Kerangka Teori & Praksisnya Publikasi ilmiah terpilih Beberapa artikelnya yang terbit di jurnal nasional dan internasional antara lain:

• “Sufi Ritual Practices and Perceived Mental Well-Being” (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 2022)

• “Sufi Lifestyle, Spiritual Resilience, and Social Welfare” (Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan, 2022)

• “Neosufisme sebagai Etika Pembangunan” (Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat, 2023)

• “Integration of Neo-Sufism in the Social Welfare Education Curriculum” (International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Culture, and Social Humanities, 2023)

• “Neo-Sufism as a Social Da’wah Paradigm” (International Journal of Educational Technology and Society, 2024)

• “Neo-Sufism and Social Welfare: The Perspective of Indonesian Muslim Social Workers” (Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 2025)

• “Sufi Social Work dalam Konteks Indonesia Modern” (SHARE Social Work Journal, 2025)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.