Dark/Light Mode

Pertemuan Prabowo-Jokowi Positif

PAN: Bagus, Perlu Diperluas Ke Presiden Sebelumnya...

Selasa, 7 Oktober 2025 06:40 WIB
Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno.  (Foto: Instagram/eddy_soeparno)
Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno.  (Foto: Instagram/eddy_soeparno)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertemuan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kertanegara, Jakarta, pada Sabtu (4/10/2025) lalu perlu diperluas. Prabowo perlu juga melakukan pertemuan dengan presiden-presiden RI sebelum-sebelumnya; Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno menilai positif pertemuan Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kertanegara, Jakarta, pada Sabtu (4/10/2025) lalu. 

“Ini menghasilkan sebuah rasa di mana semuanya memiliki perasaan untuk menghadirkan suasana yang guyub di antara semua anak bangsa,” kata Eddy di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (6/10/2025). 

Baca juga : Harga Emas Selangit Peminat Tetap Melejit

Menurut Eddy, jika para mantan presiden dan presiden bertemu akan menghasilkan keputusan yang berorientasi pada kebaikan masyarakat. Dia berharap, silaturahmi di antara para pemimpin bangsa akan berjalan secara berkesinambungan. 

“Apakah itu mengenai pertumbuhan ekonomi. Apakah itu mengenai kondisi politik dan keamanan, kondisi demokrasi, tetapi semuanya untuk hal-hal yang terbaik untuk masyarakat,” katanya. 

Wakil Ketua MPR ini yakin, Prabowo dan Jokowi berbicara tentang hal-hal yang positif untuk masyarakat. Keduanya, kata dia, bertukar pikiran mengenai pengalaman-pengalaman di masa lalu. 

Baca juga : Mandalika Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

“Yang tentu saja bisa menjadikan rujukan untuk hal-hal yang lebih baik ke depannya,” pungkas Eddy. 

Senada, Waketum PAN Saleh Partaonan Daulay menganggap, pertemuan tokoh bangsa ini dibudayakan dan diperluas. Tidak hanya antara Prabowo dan Jokowi, tetapi juga sangat direkomendasikan dengan para mantan presiden lainnya. 

“Pada titik tertentu, juga dengan tokoh-tokoh bangsa lainnya. Yang namanya silaturahmi itu pasti bagus. Pembicaraannya bisa tentang banyak hal. Secara umum, ya tentang bangsa dan negara,” kata Saleh di Jakarta, Senin (6/10/2025). 

Baca juga : Lokasinya Lebih Ikonik, Bisa Dinikmati Warga Saat Macet

Saleh mengatakan, PAN mendukung pertemuan Prabowo dan Jokowi. Peristiwa ini, kata dia, merupakan kelebihan dari Presiden Prabowo yang mau mendengar masukan dari semua orang, secara khusus dari mantan presiden. “Ini bisa jadi referensi dalam melanjutkan agenda dan target pemerintah,” pungkasnya. 

Founder Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio (Hensa) mengatakan, pertemuan JokowiPrabowo yang berlangsung selama dua jam itu bukan sekadar silaturahmi biasa. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.