Dark/Light Mode

IFSR Apresiasi Zero Insiden MBG Di Solo: Keberhasilan Kerja Kolektif

Senin, 13 Oktober 2025 12:19 WIB
Indonesia Food Security Review (IFSR) melaporkan MBG di Kota Solo. (Foto : Ist)
Indonesia Food Security Review (IFSR) melaporkan MBG di Kota Solo. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kota Surakarta mencatatkan prestasi yang baik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Oktober 2025, Solo menjadi satu-satunya daerah di Jawa Tengah dengan catatan zero atau nol insiden MBG.

Indonesia Food Security Review (IFSR) dalam laporannya menuliskan bahwa Solo menerapkan pendekatan “MBG++” di mana terjadi sebuah sistem kolaboratif yang mengintegrasikan pengawasan, edukasi, dan partisipasi publik.

Menurut catatan IFSR, konsep MBG++ yang dijalankan di Solo bukan hanya soal penyediaan makanan sehat, tetapi tentang membangun sistem sosial yang saling mengawasi dan saling mempercayai.

“Solo menunjukkan bahwa keberhasilan MBG bukan hanya hasil kebijakan pusat, tetapi hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha lokal,” ujar General Secretary IFSR, Isyraf Madjid dalam laporannya Minggu (13/10).

Salah satu kunci keberhasilan adalah keterlibatan aktif orang tua murid. Pemkot Solo secara rutin mengajak orang tua mengunjungi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mereka mengenal para petugas dapur dan proses penyajian makanan anak-anaknya. Langkah ini memperkuat transparansi dan meningkatkan kepercayaan publik.

Baca juga : Menkop Ferry Apresiasi Sinergi TNI Dan Agrinas Perkuat Kopdes Merah Putih

“Begitu orang tua tahu siapa yang memasak untuk anaknya, mereka merasa tenang sekaligus ikut menjaga kualitas. Di sisi lain, pekerja SPPG pun lebih bersemangat karena merasa dihargai,” jelas Isyraf.

Untuk memastikan standar gizi dan estetika makanan, Pemkot Solo juga menerbitkan daftar menu standar MBG lengkap dengan foto penyajian.

Menu disusun oleh ahli gizi bersama SPPG agar sesuai dengan standar biaya Badan Gizi Nasional (BGN) serta menggunakan bahan pangan lokal.

“Pendekatan ini sederhana tapi efektif. Visualisasi menu membuat semua SPPG memiliki panduan yang sama sehingga tidak ada perbedaan signifikan dalam rasa, porsi, dan tampilan. Anak-anak pun jadi lebih bersemangat makan,” tutur Isyraf.

Selain dari sisi gizi, Pemkot Solo juga menata rantai pasok dengan memberdayakan pasar tradisional sebagai pemasok utama bahan pangan bagi SPPG. Langkah ini memperkuat ekonomi rakyat sekaligus menjaga kesegaran bahan makanan. “Ini yang disebut ekosistem lokal berdaulat pangan. Rantai pasoknya pendek, dampaknya langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Baca juga : Okto Apresiasi Krisna Bayu Sukses Gelar Kejuaraan Dunia Sambo

Untuk menjaga higienitas, Pemkot melarang penjualan bahan pokok di pinggir jalan dan memperketat pengawasan pasar tradisional. Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Kesehatan rutin melakukan patroli dan uji bahan pangan. Pendekatan jemput bola juga dilakukan untuk memastikan kepatuhan SLHS (Sanitasi, Lingkungan, Higiene, dan Sanitasi) di setiap dapur SPPG.

“Solo tidak menunggu insiden baru bergerak. Mereka aktif memeriksa, memperbaiki, dan mendidik pelaksana MBG agar standar tetap terjaga. Ini pola pikir preventif yang langka di daerah lain,” tambah Isyraf.

Pemkot juga mengatur jajanan di lingkungan sekolah agar siswa tidak tergoda makanan yang tidak sehat. Hanya pedagang yang lolos uji higienitas yang diperbolehkan berjualan. Di sisi lain, mobil uji Kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner) keliling disiapkan untuk memeriksa daging, telur, dan susu yang digunakan SPPG.

Sebagai bentuk penghargaan, Walikota Solo Respati Ardi menggagas program “Billboard of the Month” ajang apresiasi publik bagi tim dapur dan menu terbaik. Setiap bulan, foto SPPG teladan, SPPI berprestasi, dan menu kreatif ditampilkan di billboard strategis di seluruh kota.

“Langkah ini sangat humanis dan komunikatif. Mereka yang bekerja di balik layar akhirnya mendapat panggung. Yang viral jangan cuma yang salah, tapi juga yang berhasil,” kata Isyraf.

Baca juga : Menpora Apresiasi Lifter Indonesia Raih Emas Dan Pecahkan Rekor Dunia

Menurutnya, keberhasilan Solo membuktikan bahwa implementasi MBG bisa berjalan aman, bergizi, dan membahagiakan bila ditopang dengan komunikasi sosial yang kuat.

“Solo adalah bukti nyata bahwa tata kelola gizi publik bisa disandingkan dengan kebanggaan warga. Ini bukan sekadar zero incident city, tapi model kota berdaulat gizi,” tutup Isyraf.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.