Dark/Light Mode

9 Dekade Madrasah NWDI, Dari Anjani Untuk Indonesia Dan Dunia Islam

Senin, 13 Oktober 2025 15:57 WIB
Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (Hultah) Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) ke-90 di Anjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (12/10/2025). Foto: Dok NWDI
Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (Hultah) Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) ke-90 di Anjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (12/10/2025). Foto: Dok NWDI

 Sebelumnya 
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, turut memberikan sambutan. Dia menilai perjuangan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid merupakan bentuk revolusi pendidikan Islam yang memiliki kesamaan semangat dengan KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa.

“Keduanya adalah pejuang bangsa yang berjuang di medan berbeda, namun memiliki cita yang sama. KH. Hasyim Asy’ari berjuang dengan semangat jihad, sedangkan Maulana Syaikh berjuang melalui pendidikan. Dua-duanya adalah pahlawan nasional yang menyalakan semangat kemandirian umat,” kata Iqbal.

Iqbal menegaskan, kiprah NWDI dan Nahdlatul Wathan kini telah melintasi batas daerah dan generasi. Ribuan lembaga pendidikan di bawah naungan NW telah berdiri dari Aceh hingga Papua, menjadikannya salah satu jaringan pendidikan Islam terbesar di Indonesia.

“Dari Lombok Timur, pesan perjuangan Maulana Syaikh kini telah menembus batas waktu dan wilayah. Generasi muda NW harus melanjutkan semangat beliau dengan karya nyata di dunia pendidikan, ekonomi, dan sosial,” ujarnya.

Acara Hultah tahun ini juga semakin bermakna dengan kehadiran Menteri Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia, Mochamad Yusuf Hasyim, yang membawa pesan persaudaraan ulama Nusantara.

Baca juga : Meritokrasi Dan Politik Dalam Pemerintahan Menuju Indonesia Raya

Dalam pidatonya, ia mengingatkan bahwa TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dan KH. Hasyim Asy’ari memiliki sanad keilmuan yang sama di Mekkah, di bawah bimbingan para ulama besar Haramain.

“Kedua tokoh ini belajar di Mekkah, menimba ilmu dari guru yang sama, dan sama-sama memiliki pandangan Islam yang moderat dan penuh kasih sayang. Mereka tidak pernah memisahkan umat, tapi justru mempersatukan. Kita satu sanad keilmuan, satu tujuan, satu umat,” ujar Yusuf Hasyim.

Selain itu, dia juga membawa kabar gembira bagi jemaah NW dan masyarakat NTB dengan penambahan dua kloter haji untuk wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Pemerintah terus berupaya memperpendek masa tunggu haji yang saat ini mencapai 28 tahun. Dengan tambahan dua kloter, Insya Allah masa tunggu bisa berkurang menjadi sekitar 26 tahun,” jelasnya.

Menambah nuansa spiritual, acara Hultah NWDI ke-90 juga dihadiri oleh Syaikh Mustafa, ulama terkemuka dari Madrasah Asshaulatiyah Makkah, yang selama ini dikenal dekat dengan tradisi keilmuan Maulana Syaikh.

Baca juga : Bang Jay: Ini Belum Berakhir, Indonesia Akan Bangkit

Dalam tausiyahnya, Syaikh Mustafa mengingatkan pentingnya meneladani akhlak, keilmuan, dan kesungguhan belajar sebagaimana diajarkan oleh Maulana Syaikh.

“Jangan hanya bangga dengan sejarah, tapi warisi semangatnya. Bersungguh-sungguhlah menuntut ilmu dan hiasi diri dengan akhlak mulia. Itulah cara sejati mengenang perjuangan Almaghfurullah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid,” pesannya di hadapan puluhan ribu jamaah.

Untuk diketahui, setelah sembilan dekade berdiri, Madrasah NWDI dan Nahdlatul Wathan terus menunjukkan kiprah besarnya di dunia pendidikan dan dakwah. Dari Anjani, semangat Maulana Syaikh telah menyebar ke seluruh penjuru negeri, membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa sosial tinggi.

Bagi jamaah NW, Hultah Madrasah NWDI bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi napas perjuangan dan simbol kebangkitan Islam moderat. Setiap tahun, ribuan santri dan jamaah dari seluruh Indonesia datang ke Anjani bukan untuk berwisata rohani semata, melainkan untuk memperbaharui komitmen perjuangan menjadi bagian dari mata rantai dakwah yang tak pernah putus.

Dari kampung kecil bernama Anjani, sebuah gerakan besar lahir dan menginspirasi bangsa. Maulana Syaikh mengajarkan bahwa kemajuan umat harus dimulai dari pendidikan, dan kemandirian bangsa harus dibangun di atas pondasi keikhlasan dan ilmu.

Baca juga : Erick Thohir Minta Maaf, Mimpi Indonesia Ke Piala Dunia Belum Terwujud

Kini, di usia 90 tahun, NWDI bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga simbol persatuan, kemandirian, dan kebangkitan Islam.

Perayaan Hultah Madrasah NWDI ke-90 menegaskan bahwa perjuangan sejati tidak pernah berakhir. Dia terus hidup di hati umat yang berilmu, berjuang, dan berakhlak mulia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.