Dark/Light Mode

Kuliah Umum Di Unila, AHY Paparkan Strategi Hadapi Dinamika Global Ke Mahasiswa

Selasa, 14 Oktober 2025 14:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan kuliah umum di Universitas Lampung (Unila), Selasa (14/10). Foto: YouTube/official_unila
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan kuliah umum di Universitas Lampung (Unila), Selasa (14/10). Foto: YouTube/official_unila

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan kuliah umum di Universitas Lampung (Unila), Selasa (14/10). Dalam kesempatan itu, AHY membagikan strategi menghadapi dinamika global yang kompleks kepada ratusan mahasiswa.

AHY memaparkan tiga agenda besar yang harus dihadapi generasi muda Indonesia. Agenda tersebut meliputi tren global, tantangan pembangunan dalam negeri, serta persiapan kepemimpinan masa depan.

"Kita ingin mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi perubahan zaman," ujar AHY di hadapan sivitas akademika Unila.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan populasi global menjadi salah satu tantangan utama. Jumlah penduduk dunia diprediksi mencapai 10 miliar pada periode 2045-2050.

Peningkatan populasi tersebut akan berdampak pada kelangkaan sejumlah komoditas vital. Ketersediaan pangan, energi, dan air bersih menjadi isu kritis yang mengancam.

"Kami ingin mempersiapkan generasi muda yang siap memahami dan mampu menghadapi dinamika global," ujar AHY.

Baca juga : Dubes Polandia Tanya Dimitrova Paparkan Peluang Pertukaran Mahasiswa & Dosen

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, juga menjadi perhatian serius. AHY mengingatkan bahwa disrupsi teknologi telah mengubah lanskap industri global.

Banyak jenis pekerjaan konvensional terancam tergantikan oleh otomatisasi. Situasi ini memerlukan penyesuaian kemampuan sumber daya manusia.

"Kita harus melakukan upskilling dan reskilling agar tenaga kerja Indonesia tidak tertinggal," jelasnya.

Isu keberlanjutan dan perubahan iklim juga mendapat porsi pembahasan khusus. AHY menekankan pentingnya transisi energi sebagai solusi jangka panjang.

Persaingan geopolitik dan ekonomi global semakin ketat. Posisi Indonesia dalam percaturan internasional harus diperkuat.

"Negara-negara besar terus berlomba dalam bidang geopolitik dan ekonomi. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton," kata AHY.

Baca juga : Pertamina Siapkan UMKM Binaan Hadapi Pasar Global Lewat Pelatihan Ekspor

Prinsip inklusivitas dan pemerataan menjadi fondasi pembangunan nasional. Tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang boleh terabaikan.

"Tidak boleh ada yang ditinggalkan. No one is left behind," tegasnya.

AHY juga menyampaikan pentingnya menyampaikan kritik dengan cara yang baik. Sikap kritis harus diimbangi dengan kesantunan dalam berpendapat.

Kedisiplinan disebutkan sebagai nilai fundamental untuk meraih kesuksesan. Pengalamannya di dunia militer mengajarkan pentingnya konsistensi.

"Disiplin itu segala-galanya. Bukan karena belasan tahun di militer. Karena disiplin memenangkan banyak hal," ujarnya.

AHY memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk segera mewujudkan cita-cita. Langkah nyata diperlukan untuk mencapai tujuan.

Baca juga : Terpilih Jadi Ketum Asbisindo, Anggoro Siapkan 5 Strategi Perkuat Ekonomi Syariah

"Just do it. Agar menjadi orang sukses," tambah AHY.

Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan media sangat diperlukan. Sinergi ini akan mempercepat pembangunan nasional.

Peningkatan nilai tambah sumber daya alam menjadi fokus penting. Ekspor bahan mentah perlu dikurangi dengan pengolahan yang lebih baik.

Pembangunan infrastruktur di Lampung akan terus didorong. Konektivitas dan fasilitas umum menjadi prioritas utama.
Kuliah umum bertema "Membangun Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovatif untuk Masa Depan Bangsa" ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila.

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Rektor Unila Prof Lusmeilia Afriani.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.