Dark/Light Mode

Bamsoet Apresiasi Peluncuran Buku Autobiografi Eros Djarot dan Apa Kata Sahabat

Minggu, 19 Oktober 2025 19:57 WIB
Eros Djarot memeluk Bambang Soesatyo. (Foto: Dok. Bamsoet)
Eros Djarot memeluk Bambang Soesatyo. (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengapresiasi peluncuran buku “Autobiografi Eros Djarot dan Apa Kata Sahabat" yang merangkum perjalanan panjang seorang tokoh lintas zaman Eros Djarot. Sosok seniman, sutradara, jurnalis, sekaligus aktivis yang tidak pernah berhenti bersuara untuk kebenaran.

"Eros Djarot merupakan representasi dari keberanian berpikir bebas di tengah tekanan politik dan budaya yang kerap mengekang kreativitas. Ia adalah keteguhan seorang individu yang menolak dikotomi antara seni dan politik, antara idealisme dan realitas,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai menghadiri peluncuran buku “Autobiografi Eros Djarot dan Apa Kata Sababat”, di Jakarta, Minggu (19/10/2025).

Hadir antara lain Guntur Soekarnoputra, Guruh Soekarnoputra, Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto, Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto, Aburizal Bakrie, Ganjar Pranowo, Jaya Suprana, Theo L Sambuaga, Tonny Wenas, Bambang Harimurti, Slamet Rahardjo, Abraham Samad serta para tokoh politik dan budayawan lainnya.

Baca juga : Dirut Pertamina Apresiasi Kinerja dan Semangat Perwira Saka

Bamsoet menilai, kekuatan utama Eros adalah kemampuannya menjembatani berbagai dunia, mulai dari seni, politik, budaya, dan bisnis, tanpa kehilangan keaslian dirinya. Eros mampu beradaptasi dengan zaman, tetapi tidak larut. Di musik, film, maupun media, jejaknya selalu konsisten dan menggugah kesadaran publik.

Eros adalah seniman yang menjadikan kreativitas sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Dalam situasi politik yang sering berubah-ubah, sikap konsisten seperti yang ditunjukkan Eros adalah sesuatu yang jarang ditemukan. 

“Eros tidak sekadar mengkritik, tetapi menawarkan gagasan. Di masa ketika banyak orang kehilangan arah moral, sosok seperti Eros menjadi kompas yang menuntun,” kata Bamsoet.

Baca juga : HUT Ke-80, KNPI Apresiasi Peran TNI sebagai Garda Terdepan NKRI

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menjelaskan, kehadiran buku “Autobiografi Eros Djarot” sangat penting bagi generasi muda Indonesia yang kini tumbuh dalam budaya digital yang serba instan. Generasi milenial perlu belajar dari sosok Eros bahwa kreativitas sejati lahir dari keberanian berpikir dan ketulusan dalam berkarya. Tidak mengejar popularitas, tetapi mengedepankan kedalaman makna.

Kata Bamsoet, warisan terbesar Eros bukan sekadar karya monumental, tetapi keteladanan moral dan intelektual. Eros menolak menjadi 'penghibur' belaka.

"Ia memilih menjadi pejuang yang menggunakan seni sebagai senjata. Di tengah zaman yang sering menampilkan kepalsuan, ketulusan dan keberanian seperti itu menjadi oase yang menyegarkan,” pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.