Dark/Light Mode

Sabet WTP 2024, Cerminkan Keuangan Baznas Sehat Dan Transparan

Jumat, 24 Oktober 2025 06:05 WIB
Baznas kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2024 dari Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo. Baznas dinilai konsisten menjaga integritas dan transparansi pengelolaan dana umat. (Foto: Dok. Baznas)
Baznas kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2024 dari Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo. Baznas dinilai konsisten menjaga integritas dan transparansi pengelolaan dana umat. (Foto: Dok. Baznas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2024 dari Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo. Baznas dinilai konsisten menjaga integritas dan transparansi pengelolaan dana umat.

Ketua Baznas Noor Achmad menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga akuntabilitas publik. Noor bilang, Baznas selalu memegang prinsip kehati-hatian dalam mengelola dana umat.

“Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat, khususnya para muzaki, mustahik, dan mitra lembaga amil zakat di seluruh Indonesia. Dana sebesar Rp 1,108 triliun yang dihimpun telah kami kelola dan salurkan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan syariah maupun regulasi,” kata Noor di Kantor Baznas, Matraman, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Menurutnya, capaian ini tak terlepas dari kerja keras seluruh elemen Baznas.

Baca juga : Layanan Kesehatan, Bansos Dan Pendidikan Tak Terganggu

“Ini hasil kerja kolektif seluruh pimpinan, sekretaris utama, deputi, direktur, kepala biro, kepala divisi, kepala bagian, dan seluruh amil serta amilat Baznas Kami akan terus meningkatkan standar akuntabilitas dan profesionalisme dalam setiap aspek pengelolaan dana umat,” ujar Noor.

Eks anggota DPR ini menjelaskan proses audit dilakukan secara komprehensif dan mendalam. Mencakup seluruh aspek pengumpulan dan penyaluran dana.

"Tim audit telah menelaah seluruh data dengan cermat, memastikan tidak ada penyimpangan atau manipulasi. Opini WTP ini menggambarkan kondisi keuangan Baznas yang sehat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami berharap, capaian ini semakin memperkuat kepercayaan publik dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat melalui Baznas," ungkapnya.

Sementara itu, Managing Partner KAP AR Utomo, Ahmad Toha menyampaikan opini WTP diberikan setelah melalui proses audit yang ketat. Hal ini suai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Baca juga : BPK Awasi Ketahanan Pangan, Pastikan Dana Tepat Sasaran

"Audit dilakukan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, termasuk PSAK No. 109 tentang Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah. Setelah pemeriksaan menyeluruh selama beberapa bulan, kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan Baznas bebas dari kesalahan material,” ungkap Ahmad Toha.

Ia menambahkan, pencapaian ini mencerminkan tata kelola keuangan Baznas yang kuat dan profesional.

“Atas nama KAP AR Utomo, kami mengucapkan selamat kepada Baznas atas konsistensi dan integritasnya. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi lembaga keuangan sosial lainnya untuk terus memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik,” pungkasnya.

Capaian ini diraih secara berturut-turut sejak laporan keuangan tahun 2002 hingga 2024. Dalam laporan keuangan tahun 2024, Baznas mencatat total pengumpulan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 1,108 triliun, terdiri dari Rp 874,1 miliar zakat dan Rp 254,9 miliar infak/sedekah.

Baca juga : Fondasi Ekonomi Kuat Pertumbuhan Terjaga

Adapun realisasi penyaluran mencapai Rp 1,066 triliun untuk berbagai program pemberdayaan umat di seluruh Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.