Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gubernur NTB Pastikan Peningkatan Layanan Kesehatan Di Pulau Sumbawa
Rabu, 29 Oktober 2025 22:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meninjau progres pembangunan tambahan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.L Manambai Abdulkadir di Kabupaten Sumbawa, NTB, Rabu (29/10/2025). RSUD ini akan naik status dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B.
“Kunjungan ini untuk memastikan bahwa pembangunan tambahan ruangan dan fasilitas guna peningkatan menjadi tipe B berjalan dengan baik,” ujar Gubernur Iqbal.
Gubernur Iqbal menginginkan keberadaan rumah sakit di Pulau Sumbawa bisa sama baiknya dengan di Pulau Lombok. Harapannya, terjadi perataan kualitas pelayanan kesehatan untuk seluruh masyarakat NTB.
“Kita harapkan akhir tahun ini semuanya sudah selesai, sehingga di awal tahun depan rumah sakit ini sudah resmi berstatus tipe B dan bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Baca juga : Rachmat Gobel Ingin Gorontalo Jadi Pusat Layanan Kesehatan Indonesia Timur
Gubernur Iqbal menjelaskan, saat ini masih terdapat beberapa proyek yang belum sepenuhnya rampung. Untuk itu, dia mengajak Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) serta Direktur RSUD Manambai Abdulkadir untuk memastikan seluruh pekerjaan diselesaikan tepat waktu.
“Tadi saya bawa Kepala Biro PBJ langsung ke sini, juga Pak Direktur Rumah Sakit. Saya minta kalau memang perlu penambahan tenaga kerja, segera tambah. Yang terpenting, akhir tahun ini harus selesai secepatnya,” ucapnya.
Dia berharap, dengan peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B, rumah sakit provinsi ini nantinya akan mampu memberikan berbagai layanan kesehatan lanjutan yang selama ini hanya tersedia di Kota Mataram.
“Beberapa jenis perawatan seperti jantung, termasuk pemasangan ring, serta layanan ginjal seperti cuci darah nanti sudah bisa dilakukan di sini,” jelas Iqbal.
Baca juga : BI Dorong Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan Di Sulampua
Dengan begitu, lanjutnya, masyarakat Sumbawa dan Bima tidak perlu lagi ke Kota Mataram untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan.
“Ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk pemerataan layanan kesehatan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” tegasnya.
Menurut Iqbal, masyarakat harus mendapatkan akses layanan kesehatan yang setara tanpa harus menempuh perjalanan jauh atau mengeluarkan biaya tinggi.
Meski demikian, Gubernur NTB mengakui bahwa tantangan terbesar dalam peningkatan status rumah sakit terletak pada ketersediaan sumber daya manusia tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis dan subspesialis.
Baca juga : Gubernur Pramono Gratisin Sewa 6 Bulan Kios Sentra Fauna Lenteng Agung
“Menambah dokter spesialis itu tidak mudah, prosesnya panjang. Tapi pemerintah provinsi, rumah sakit, dan pemerintah kabupaten sudah berupaya memberikan dorongan untuk menyiapkan tenaga-tenaga spesialis baru,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi tenaga kesehatan yang ingin melanjutkan pendidikan spesialisasi.
“Kalau ada permintaan rekomendasi untuk mengambil spesialis, saya tidak pernah menolak. Langsung saya tanda tangani, karena kita sangat membutuhkan tenaga-tenaga itu,” ungkapnya.
Selain itu, Pemprov NTB tengah menyiapkan program beasiswa kedokteran dan spesialisasi sebagai strategi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di seluruh wilayah NTB, termasuk di Pulau Sumbawa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya