Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BI Dorong Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan Di Sulampua
Selasa, 28 Oktober 2025 09:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ricky P. Gozali menegaskan pentingnya sinergi peningkatan produksi, efisiensi distribusi, dan dukungan digitalisasi untuk menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui sinergi peningkatan produksi, efisiensi distribusi, dan dukungan digitalisasi, kita jaga harga pangan tetap stabil, inflasi terkendali, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” ujar Ricky saat membuka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sulampua 2025 di Manado, Senin (27/10).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Perhubungan. Turut hadir pula Gubernur se-Sulampua, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog.
Baca juga : Elnusa Kuatkan Inovasi Teknologi Demi Ketahanan Energi Nasional
Ricky menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi erat antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berhasil menjaga inflasi nasional di level 2,65 persen (yoy) pada September 2025. Menurutnya, pengendalian inflasi pangan tidak hanya berkaitan dengan stabilitas harga, tetapi juga erat dengan kesejahteraan masyarakat berpendapatan rendah yang sebagian besar pengeluarannya digunakan untuk kebutuhan pangan.
Di tengah tekanan inflasi pangan bergejolak di wilayah Sulampua akibat gangguan pasokan karena cuaca ekstrem dan serangan hama, Ricky mendorong seluruh pihak memperkuat pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) dan Operasi Pasar dengan prinsip “Tiga Tepat”: tepat lokasi, tepat sasaran, dan tepat waktu. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan harga komoditas strategis seperti beras, cabai merah, bawang merah, dan ikan segar.
Selain itu, percepatan distribusi pangan antarwilayah melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD) juga diperkuat untuk menjamin kecukupan pasokan, terutama di daerah kepulauan dan pegunungan yang rawan gangguan logistik. Ricky menambahkan, seluruh upaya pengendalian inflasi perlu disinergikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG)yang melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), BUMD, dan pelaku usaha lokal guna memperkuat rantai pasok daerah.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya menjaga sinergi pengendalian inflasi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca juga : BINUS University Perkuat Kemitraan Akademik Lewat CODHES 2025
“Pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama dari provinsi hingga kabupaten/kota se-Sulampua. Dengan peran Sulawesi sebagai lumbung pangan Kawasan Timur Indonesia, TPID harus proaktif memetakan wilayah surplus dan defisit serta memperkuat kerja sama antar daerah melalui skema business-to-business (B2B) untuk meningkatkan efisiensi distribusi,” kata Yulius.
Ia mencontohkan keberhasilan Koperasi Wale Tani Mapalus di Sulawesi Utara yang mampu menyalurkan hasil panen langsung ke Perusahaan Umum Daerah (PUD). Model kemitraan hulu–hilir di Sulawesi Selatan juga berhasil menghubungkan kelompok tani, UMKM, dan ritel modern sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan pelaku usaha.
GNPIP Sulampua 2025 menjadi penutup rangkaian GNPIP regional tahun ini setelah sebelumnya digelar di Jawa, Sumatera, Balinusra, dan Kalimantan. Acara turut dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi TPIP–TPID se-Sulampuayang dipimpin Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan.
Ferry menekankan pentingnya efisiensi logistik distribusi pangan sebagai kunci penguatan ketahanan pangan dan stabilisasi harga di wilayah kepulauan. Upaya tersebut, antara lain, dilakukan melalui penyediaan fasilitas ongkos angkut dan subsidi angkutan udara untuk mempercepat distribusi pangan ke wilayah terpencil.
Baca juga : PLN EPI dan JERA Jepang Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Rapat Koordinasi TPIP–TPID se-Sulampua 2025 menghasilkan tiga kesepakatan strategis. Pertama, fokus jangka pendek menurunkan inflasi pangan bergejolak di bawah 5 persen hingga akhir 2025 melalui pelaksanaan pasar murah, GPM, dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan prinsip “Tiga Tepat”.
Kedua, Penguatan pasokan hortikultura dan perikanan tangkap melalui penerapan contract farming, smart farming, serta pengoperasian cold storage dan ice flake machine di pelabuhan strategis.
Ketiga, peningkatan logistik dan pembiayaan, termasuk penambahan rute tol laut dan jembatan udara, subsidi ongkos angkut, sinergi KAD dengan BUMN logistik seperti PELNI, serta optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Alsintan untuk modernisasi Rice Milling Unit (RMU) dan armada nelayan.
Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan daerah akan terus memperkuat kerja sama dalam mengantisipasi risiko cuaca ekstrem, memperkecil disparitas harga antarwilayah, serta meningkatkan efisiensi logistik pangan guna menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya