Dark/Light Mode

Genjot Hunian Layak, Ara: Realisasi Sampai Oktober Capai 73,92 Persen

Sabtu, 1 November 2025 12:33 WIB
Rumah subsidi. Dok PKP
Rumah subsidi. Dok PKP

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperkuat komitmen dalam menyediakan hunian layak dan kawasan permukiman berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Berdasarkan data PKP per 31 Oktober 2025, realisasi keuangan program perumahan nasional mencapai Rp3,486 triliun atau 73,92 persen. 

Capaian ini menjadi bukti konsistensi Pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat menjelang akhir tahun anggaran.

Menteri PKP, Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada seluruh satuan kerja di daerah yang telah menunjukkan kinerja optimal. 

Ia menegaskan, capaian tersebut mencerminkan keseriusan PKP dalam memastikan pemerataan akses hunian layak di seluruh Indonesia.

Baca juga : Kakorlantas Apresiasi ETLE Jabar, Kinerja Melonjak 800 Persen

"Kami ingin agar program perumahan menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat serta pembangunan kawasan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan," kata Menteri Ara Jumat (31/10/2025). 

Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel menambahkan, dari seluruh balai pelaksana, BP3KP Jawa III (meliputi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta) mencatat capaian tertinggi dengan realisasi keuangan 90,15 persen. 

Wilayah ini berhasil membangun 131 unit rumah susun (3 tower), 7.639 unit rumah swadaya (BSPS), serta 2.471 unit rumah CSR yang telah rampung dari total 5.034 unit yang direncanakan.

Program FLPP di wilayah tersebut menyalurkan 17.902 unit rumah senilai Rp2,13 triliun, didukung 14 bank dan 678 pengembang yang tergabung dalam 14 asosiasi, dengan HIMPERRA sebagai asosiasi terbesar.

Posisi kedua ditempati BP3KP Jawa IV (Jawa Timur) dengan realisasi 88,10 persen. Capaian ini mencakup pembangunan 96 unit rumah susun (3 tower), 4.165 unit BSPS, serta 1.137 unit rumah CSR dari 3.259 unit yang direncanakan. 

Baca juga : Kemenpora Tegaskan Transparansi Bantuan Di Sektor Olahraga Profesional

Penyaluran FLPP mencapai 13.560 unit rumah senilai Rp1,6 triliun, dengan dukungan mitra CSR seperti Baznas, Kwarda Pramuka, Buddha Tzu Chi, Lippo Group, dan Ciputra. APERSI menjadi asosiasi pengembang terbesar di wilayah ini.

Sementara itu, BP3KP Sumatera II (Sumatera Utara) menempati posisi ketiga dengan realisasi 87,14 persen. Pembangunan mencakup 16 unit rumah susun (1 tower), 1.992 unit BSPS, serta 150 unit rumah CSR yang telah selesai dari 199 unit yang direncanakan. 

Program FLPP menyalurkan 8.734 unit rumah senilai Rp1,03 triliun, dengan dukungan mitra CSR seperti KADIN, Sinarmas, Baznas, dan BRI.

Di posisi keempat, BP3KP Sumatera I (Aceh) mencatat realisasi 84,14 persen. Wilayah ini membangun 64 unit rumah susun (2 tower), 2.602 unit BSPS, serta 52 unit rumah CSR dari 119 unit yang direncanakan. Penyaluran FLPP mencapai 1.572 unit rumah senilai Rp184,8 miliar.

Adapun BP3KP Jawa II (Jawa Barat) berada di posisi kelima dengan realisasi 80,37 persen. Wilayah ini memiliki cakupan program terluas, meliputi pembangunan 21 unit rumah susun (1 tower), 6.374 unit BSPS, 6 lokasi PSU dengan 444 unit, serta penanganan kawasan kumuh seluas 29,03 hektare.

Baca juga : TKA Banyak Manfaatnya, Siswa SMA yang Daftar Capai 3,5 Juta

Program FLPP Jawa Barat mencatat realisasi tertinggi nasional dengan 48.192 unit rumah senilai Rp6,03 triliun. Dukungan CSR datang dari PT Astra, Buddha Tzu Chi, Perum Peruri, Yayasan Sehati, Pupuk Kujang Cikampek, Baznas, dan Islamic Relief Indonesia.

"Selamat, tetap semangat. Pastikan seluruh penyerapan bisa optimal dengan tata kelola yang baik, akuntabel, berintegritas, dan benar benar bermanfaat bagi masyarakat serta ekonomi daerah masing-masing, tutup Sekjen. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.