Dark/Light Mode

Hari Pahlawan 2025

Mengenang Baginda Dahlan Abdullah, Penggagas Awal Konsep Indonesia

Senin, 10 November 2025 23:51 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan, semangat perjuangan, dan keteladanan bagi generasi bangsa.

Semangat itu disuarakan oleh Dr. Iqbal Alan Abdullah, MSc, CMMC, cucu dari tokoh nasional Baginda Dahlan Abdullah, sosok yang berperan besar dalam sejarah awal pergerakan nasional Indonesia.

Menurut Iqbal, pemberian gelar pahlawan bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga cara menumbuhkan semangat kepahlawanan, kepatriotan, dan keteladanan bagi setiap warga negara.

“Gelar pahlawan harus mendorong masyarakat meneladani nilai perjuangan dan melahirkan karya bagi kemajuan bangsa. Itu yang terpenting, sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan,” kata Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/11/2025).

Baca juga : Peringati Hari Pahlawan, Dirut Pertamina: Perwira Pejuang Energi Indonesia

Salah satu tokoh yang perlu diteladani, lanjutnya, adalah Baginda Dahlan Abdullah, tokoh asal Pariaman yang dikenal sebagai bapak kebangsaan, diplomat perintis, pendidik, intelektual muslim, wali kota Jakarta, dan politisi Indonesia.

Menurut Iqbal, Dahlan Abdullah merupakan contoh nyata pejuang intelektual yang mengabdikan hidupnya bagi kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Karena itu, namanya layak diangkat kembali ke panggung sejarah nasional.

Kiprahnya sebagai Ketua Indische Vereeniging periode 1917-1919 menjadi tonggak penting lahirnya semangat nasionalisme di kalangan pelajar Indonesia di Belanda.

“Beliau memimpin organisasi mahasiswa Hindia Belanda di usia muda dan mengubah arah perjuangan dari sikap kooperatif menjadi kritis terhadap penjajahan. Itu langkah berani yang menunjukkan pandangan jauh ke depan,” ungkap Iqbal.

Baca juga : Stasiun Tanah Abang Baru Megah Dan Mewah, Penumpang Makin Happy Naik Kereta

Pemikiran Dahlan, kata Iqbal, tidak hanya berfokus pada perjuangan politik, tetapi juga pada bidang pendidikan dan kebudayaan. Ia memperjuangkan pendirian universitas di Hindia Belanda serta mengkritik sistem pendidikan kolonial yang timpang.

“Beliau sadar bahwa kemerdekaan sejati hanya bisa dicapai melalui pendidikan dan pencerahan,” tutur Iqbal, yang juga penulis buku Baginda Dahlan Abdullah: Bapak Kebangsaan Indonesia (Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2020).

Selain itu, Dahlan Abdullah dikenal sebagai salah satu penggagas awal istilah “Kami orang Indonesia” dalam pidato di Leiden tahun 1917.

“Pidato itu menjadi tonggak pertama munculnya istilah ‘Indonesia’ dalam konteks politik modern. Dari sanalah gagasan bangsa Indonesia tumbuh,” ujarnya, merujuk pada penelitian sejarawan Robert Edward Elson dari University of Queensland, Australia.

Baca juga : Perkuat Strategi Pemasaran, Askrindo Raih Penghargaan Indonesia Best CMO

Tak hanya dalam bidang politik, Dahlan juga berjasa dalam bidang kebudayaan. Ia adalah penerjemah pertama karya R.A. Kartini, Door Duisternis Tot Licht, menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang pada tahun 1922.

"Karya itu menjadi simbol emansipasi perempuan dan pencerahan bangsa. Jadi, warisan beliau bukan hanya perjuangan kemerdekaan, tapi juga kebudayaan dan pendidikan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Iqbal berharap pemerintah dapat mempertimbangkan usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional bagi Dahlan Abdullah.

“Sudah 10 tahun masyarakat Pariaman dan Sumatera Barat memperjuangkannya. Bagi kami, pengakuan itu bukan hanya untuk keluarga, tetapi untuk bangsa. Karena perjuangan Dahlan Abdullah adalah bagian dari sejarah besar Indonesia,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.