Dark/Light Mode

BMKG Deteksi 2 Bibit Siklon Dekat RI, Ancam Hujan Lebat-Gelombang Tinggi 4 Meter

Sabtu, 15 November 2025 23:21 WIB
Saat hujan lebat warga melintas Jalan Sudirman, Jakarta Sabtu (5/4/25).Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, disertai potensi petir dan angin kencang yang mengguyur sejumlah kota termasuk Jakarta sejak siang hingga menjelang malam akibat fenomena konvergensi yang meningkatkan pembentukan awan hujan. Foto: Tedy O kroen/RM
Saat hujan lebat warga melintas Jalan Sudirman, Jakarta Sabtu (5/4/25).Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, disertai potensi petir dan angin kencang yang mengguyur sejumlah kota termasuk Jakarta sejak siang hingga menjelang malam akibat fenomena konvergensi yang meningkatkan pembentukan awan hujan. Foto: Tedy O kroen/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya dua Bibit Siklon Tropis, yakni 97S dan 98S, yang saat ini aktif dekat wilayah Indonesia. Waspada, meski potensi menjadi siklon tropisnya rendah, dampak kedua bibit ini tetap signifikan mengancam sejumlah wilayah berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan dampak cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung pada 15-16 November 2025. Masyarakat diimbau untuk waspada.

"Meskipun kedua bibit siklon tersebut diperkirakan memiliki peluang kecil berkembang menjadi siklon tropis, kondisi pendukung seperti suhu muka laut yang hangat serta aktivitas MJO yang meningkat tetap memicu dampak nyata," ujar Guswanto di Jakarta, Sabtu (15/11).

Baca juga : Cegah Diabetes, Zulhas Siapkan Aturan Label Tinggi Gula Pada Minuman Kemasan

Guswanto merinci, Bibit Siklon 97S dapat memberikan dampak cuaca signifikan hingga dua hari ke depan. Hujan Lebat hingga Sangat Lebat berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara Hujan Sedang hingga Lebat berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Angin Kencang juga berpotensi terjadi di NTB dan NTT, disertai gelombang sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT.

Dampak tidak langsung dari Bibit Siklon 98S juga tak kalah berbahaya. Bibit siklon ini berpotensi memicu Gelombang Tinggi (2,5 – 4,0 m) di Samudra Hindia barat Lampung.

Baca juga : PEMA Temui Delegasi DPR Arizona, Jajaki Peluang Bisnis Teknologi Di Aceh

Selain itu, Bibit Siklon 98S juga berpotensi menyebabkan Hujan Sedang hingga Lebat di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat, serta Angin Kencang di wilayah yang sama.

Peringatan ini dikeluarkan BMKG bersamaan dengan analisis penyebab bencana tanah longsor di Cilacap beberapa hari terakhir.

Berdasarkan analisis tersebut, BMKG mengimbau seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat, media, dan masyarakat, untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan bersama agar risiko bencana hidrometeorologi dapat ditekan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.