Dark/Light Mode

Cegah Diabetes, Zulhas Siapkan Aturan Label Tinggi Gula Pada Minuman Kemasan

Kamis, 13 November 2025 18:40 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan. (Dok. Kemenko Pangan)
Menko Pangan Zulkifli Hasan. (Dok. Kemenko Pangan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan, pemerintah tengah mengkaji penerapan label peringatan “Tinggi Gula” pada setiap kemasan minuman manis. Wacana ini bertujuan melindungi generasi muda Indonesia dari ancaman diabetes dan gagal ginjal dini akibat konsumsi gula berlebih. 

“Minuman manis ini yang buat anak muda cuci darah dan obesitas, sehingga produktivitasnya terganggu. Pemerintah ingin masyarakat tahu kandungan gulanya sebelum membeli,” keterangan tertulis Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Jakarta, Selasa (12/11).

Baca juga : UNAS Tegas Tolak Rasisme, Junjung Tinggi Nilai Kebhinekaan

Menurut data International Diabetes Federation (IDF) 2024, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 20,4 juta jiwa, menempatkan Indonesia di peringkat ke-5 dunia. Prevalensi diabetes pada usia dewasa (20–79 tahun) tercatat sebesar 11,3%, meningkat signifikan dibanding satu dekade lalu. Di sisi lain, konsumsi gula nasional pada periode 2024/2025 mencapai 7,6 juta ton, termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Studi juga menunjukkan lebih dari 75% remaja perkotaan di Indonesia mengonsumsi minuman berpemanis minimal tiga kali per minggu.

Zulhas menjelaskan, kebijakan label “Tinggi Gula” akan mendorong transparansi informasi pangan dan menjadi peringatan visual agar masyarakat lebih bijak memilih. Model serupa sudah diterapkan di Thailand, Chile, dan Singapura, yang berhasil mengedukasi masyarakat dan mendorong industri berinovasi dengan produk yang lebih sehat.

Baca juga : Buka Acara KOKAM & GP Ansor, Zulhas Serukan Persatuan Dan Kemandirian Bangsa

“Kita tidak melarang orang minum manis, tapi masyarakat harus tahu risikonya. Kalau anak muda sehat, Indonesia produktif,” tutup Zulhas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.