Dark/Light Mode

Awas! Semeru Erupsi Hebat, Ratusan Warga Lumajang Mengungsi, Radius Aman 8 Km

Rabu, 19 November 2025 21:18 WIB
Erupsi Gunung Semeru. Foto: BNPB
Erupsi Gunung Semeru. Foto: BNPB

RM.id  Rakyat Merdeka - Situasi di kaki Gunung Semeru, Jawa Timur, berubah genting dalam waktu singkat pada Rabu (19/11). Hanya berselang satu jam, status aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa ini melompat dari Level III (Siaga) menjadi Level IV atau ‘Awas’ pada pukul 17.00 WIB.

Kenaikan status yang begitu cepat ini langsung direspons dengan evakuasi darurat. Laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB malam ini mencatat sedikitnya 300 warga telah dievakuasi dari rumah mereka demi keselamatan.

Wilayah yang terdampak cukup parah meliputi tiga desa di dua kecamatan, yakni Desa Supit Urang dan Desa Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Baca juga : Puluhan Rumah Di Jatipulo Terbakar, 150 Warga Mengungsi ke GOR Tanah Abang

Para pengungsi kini tersebar di beberapa titik aman. Sebanyak 200 jiwa menempati Balai Desa Oro-oro Ombo, sementara 100 jiwa lainnya berada di SD 2 Supiturang. Sejumlah warga juga dilaporkan bergerak menuju Balai Desa Penanggal, namun petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pendataan rinci di lapangan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto langsung memerintahkan jajarannya untuk merespons cepat perkembangan situasi ini. Prioritas utama difokuskan pada penyelamatan warga, penanganan dampak kerusakan, dan pemenuhan kebutuhan di pengungsian.

Erupsi tercatat mulai terjadi pada pukul 14.13 WIB. Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), awan panas guguran meluncur deras sejauh 13 kilometer mengarah ke sektor tenggara dan selatan. Luncuran ini menyasar jalur aliran lahar di Besuk Kobokan.

Baca juga : Satgas Penertiban Tambang Ilegal Beri Rasa Aman Penambang Rakyat

Seiring penetapan status Awas, PVMBG mengeluarkan rekomendasi keras. Masyarakat dilarang total melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, warga juga diminta menjauh dari bibir sungai hingga 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini berpotensi besar terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar. Radius aman dari kawah aktif pun diperluas menjadi 8 kilometer untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar.

Ancaman lahar dingin juga mengintai. Masyarakat diminta mewaspadai potensi aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Baca juga : Jangan Sampai Ada Penumpang Gelap

Merespons eskalasi bencana ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari. Status ini berlaku efektif mulai 19 November hingga 26 November 2025 agar penanganan darurat bencana bisa berjalan cepat dan efektif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.