Dark/Light Mode

Kilang Pertamina Atasi Sampah, Warga Kutawaru Raup Cuan

Selasa, 22 Juli 2025 17:59 WIB
Pekerja Bank Sampah Abhipraya memilah sampah anorganik untuk diolah menjadi produk bernilai guna, wujud nyata komitmen lingkungan Kilang Pertamina. (Dok. KPI)
Pekerja Bank Sampah Abhipraya memilah sampah anorganik untuk diolah menjadi produk bernilai guna, wujud nyata komitmen lingkungan Kilang Pertamina. (Dok. KPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masalah sampah yang menahun di Kelurahan Kutawaru, Cilacap, kini mulai teratasi berkat inisiatif PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) lewat program Bank Sampah Abhipraya.

Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KPI mengajak masyarakat mengelola sampah jadi barang bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan taraf hidup warga sekitar kilang.

“Di antara program TJSL yang digulirkan KPI, bidang lingkungan menjadi salah satu yang jadi perhatian. Kami menyadari, bisnis yang dijalankan bersinggungan dengan lingkungan masyarakat sekitar kilang, karena itulah KPI berkomitmen untuk ikut menjaganya,” ujar Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani dalam keterangan tertulis perusahaan, Selasa (22/7).

Baca juga : Pulang Ke Jakarta, Prabowo Diantar Jokowi Sampai Ke Tangga Pesawat

Bank Sampah Abhipraya menjadi bukti nyata komitmen KPI dalam mendukung prinsip keberlanjutan Environmental, Social & Governance (ESG).

Sampah organik diolah menjadi pakan ikan dan pupuk, sementara sampah anorganik dijadikan bahan bakar alternatif dan paving blok.

Dampaknya, warga bisa menambah pendapatan hingga Rp 2 juta per bulan. “Terbukti, jika dikelola dengan baik, sampah bisa memberikan dampak lingkungan dan ekonomi yang tidak main-main. Hal itu terlihat dari eksistensi Bank Sampah Abhipraya dalam mengatasi masalah sampah di wilayah Kelurahan Kutawaru, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat,” tambah Milla.

Baca juga : Gunung Semeru Meletus Dua Kali, Warga Diminta Waspada

Sejak berdiri, bank sampah ini berhasil menurunkan volume sampah hingga 195 ton per tahun atau sekitar 80,93 persen.

Keberhasilan itu pun menarik perhatian banyak pihak untuk belajar langsung ke Kutawaru.

Tak cuma soal sampah, KPI juga menggulirkan inisiatif Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU) yang mencakup konservasi mangrove, budidaya ikan, pengembangan UMKM, hingga pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Baca juga : Pertamina Fasilitasi Sobat Disabilitas Denpasar Bangun Usaha Kopi

Sebanyak 25 ribu bibit mangrove sudah ditanam di lahan 2,5 hektare, dan PLTS MAMAKU menyuplai energi bersih sebesar 13.000 Wattpeak per hari.

“Pencapaian Bank Sampah Abhipraya dan program MAMAKU membuktikan komitmen kuat terhadap keberlanjutan, utamanya lingkungan. Ini juga bentuk dukungan kami terhadap visi pembangunan Asta Cita Pemerintah,” tutup Milla.

Sebagai anak usaha Pertamina, KPI berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal United Nations Global Compact (UNGC) dan terus bertransformasi menjadi perusahaan kilang minyak dan petrokimia kelas dunia yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab sosial.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.