Dark/Light Mode

Semeru Status Awas, Ini Alasan AirNav Belum Tutup Penerbangan Jatim-Jateng

Kamis, 20 November 2025 18:41 WIB
Ilustrasi. Foto: AirNav
Ilustrasi. Foto: AirNav

RM.id  Rakyat Merdeka - Meskipun aktivitas Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, telah ditetapkan dalam status Level IV (Awas), operasional penerbangan di bandara-bandara sekitar Jawa dan rute penerbangan nasional dipastikan tetap berjalan normal pada Kamis (20/11). AirNav Indonesia menilai situasinya hingga kini belum mengharuskan penutupan ruang udara.

EVP Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menjamin bandara vital di sekitar Jawa Timur dan Jawa Tengah aman dari ancaman abu vulkanik.

"Bandara-bandara di sekitar Semeru seperti Malang, Banyuwangi, Surabaya, dan Yogyakarta juga masih beroperasi normal," tegas Hermana, Kamis (20/11).

Baca juga : Semeru Status Awas, Basarnas Gercep Evakuasi 187 Orang Dari Ranu Kumbolo

Alasan utama penerbangan tetap normal adalah karena tren pergerakan abu vulkanik yang menjauh dari bandara-bandara sekitar dan jalur penerbangan utama. Selain itu, hasil uji kertas (paper test) di sejumlah bandara juga menunjukkan hasil negatif.

AirNav Indonesia terus memantau intensif rute-rute yang berpotensi terdampak. Pemantauan dilakukan dengan konsisten melalui penerbitan ASHTAM (Aviation Seismic Hazard and Tsunami Advisories Message).

ASHTAM terbaru bernomor VAWR6038 dirilis pukul 09.00 WIB, menetapkan Gunung Semeru dalam status Red Code. Status ini menunjukkan adanya aktivitas letusan signifikan dan potensi gangguan.

Baca juga : Kementan Apresiasi Industri Alsintan Lokal Dukung Swasembada Pangan

Laporan tersebut merinci sebaran abu vulkanik pada dua ketinggian. Level rendah (hingga sekitar 4.500 meter) bergerak ke tenggara, sementara level tinggi (hingga 13.500 meter) bergerak ke barat daya.

Hermana menjelaskan bahwa model pergerakan abu saat ini menunjukkan risiko gangguan terhadap penerbangan semakin kecil.

"Tren saat ini menunjukkan sebaran abu semakin menjauh dari bandara-bandara sekitar dan jalur penerbangan yang berpotensi terdampak," ungkapnya.

Baca juga : Persebaya Andalkan Gali Freitas Jelang Tantangan Dewa United

Fakta ini didukung hasil uji paper test dari PT Angkasa Pura Indonesia dan Kantor Otoritas Bandara di Malang, Yogyakarta (YIA dan Adisutjipto), serta Solo (Adi Sumarmo). Hermana memastikan hasilnya negatif.

AirNav Indonesia memastikan akan terus memperbarui informasi ASHTAM secara berkala kepada pilot dan maskapai. Penyesuaian jalur penerbangan akan dilakukan apabila diperlukan, mengikuti perkembangan terbaru dari pusat informasi vulkanik dan satelit cuaca.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.