Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sinergi PVTPP Dan PERIPI Perkuat Ekosistrm Pembenihan Nasional
Kamis, 20 November 2025 19:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementan berperan aktif dalam gelaran Indonesia Breeder Awards (IBA) 2025 yang berlangsung di IPB Convention Center (ICC), Bogor, Jawa Barat.
Acara tahunan yang diinisiasi Perhimpunan Pemulia Indonesia (PERIPI) bersama East West Seed Indonesia (EWSI) ini menjadi ajang apresiasi bagi para pemulia tanaman Indonesia dan para ilmuwan yang bekerja di laboratorium, rumah kaca, dan fasilitas penelitian. Dan menghasilkan inovasi bermanfaat bagi jutaan petani dan konsumen.
Kepala Pusat PVTPP Kementan Leli Nuryati mengatakan, bahwa keterlibatan PVTPP menjadi bagian dari implementasi kerja sama dengan PERIPI yang telah terjalin sejak 2023.
"Kehadiran PVTPP menegaskan semakin kuatnya sinergi pemerintah dengan pemangku kepentingan sektor pemuliaan dalam memperkuat ekosistem perbenihan nasional," ujar Leli dalam keterangannya, Kamis (20/11/2025).
Leli menambahkan, bahwa sistem pengelolaan varietas hasil pemuliaan di Indonesia sudah memiliki sistem yang kuat dan berkelanjutan.
Baca juga : Konten Kekerasan Meningkat, Ekosistem Pendidikan Harus Lebih Tangguh
Ia menjelaskan, tiga pilar besar yang diatur pemerintah saat ini, yaitu pendaftaran varietas, pelepasan varietas dan perlindungan varietas tanaman (PVT).
“Ketiga aspek ini merupakan tahap akhir dari proses pemuliaan untuk memastikan varietas yang dilepas tidak hanya bermanfaat di lapangan, tetapi juga memperoleh perlindungan hukum yang jelas dan kuat,” ujar Leli, Rabu (19/11/2025).
Sebagai bentuk kontribusi ilmiah, Leli bersama empat pemeriksa PVT turut menyampaikan paper berjudul “Kajian Sosial dan Ekonomi Hak PVT: Studi Kasus PT Agri Makmur Pertiwi”.
“Studi tersebut memberikan perspektif baru mengenai nilai ekonomi dan sosial dari perlindungan varietas, serta dampaknya bagi pengembangan industri perbenihan nasional,” katanya.
Sementara itu, Direktur EWSI, Glen Pardede menyoroti kondisi pemulia di Indonesia, menurutnya Indonesia memiliki lebih dari 1.000 pemulia, namun hanya 250 yang aktif.
Baca juga : Kolaborasi Strategis Peruri Dan BPS Dorong Penguatan Data Nasional
Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal sekitar 7.000 pemulia untuk menopang ketahanan pangan nasional.
"Pemulian bukan sekedar bisnis, tetapi kontribusi nyata bagi petani dan ketahanan pangan bangsa,” katanya.
Ketua Umum PERIPI Prof. Syukur pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pemberian penghargaan bagi pemulia merupakan amanat Profesor Baihaki, Ketua Umum PERIPI pertama.
Pemulia, katanya, adalah fondasi tumbuhnya industri perbenihan; karena itu, pengakuan atas karya mereka sangat penting untuk memajukan pertanian Indonesia.
“IBA 2025 memberikan apresiasi kepada sejumlah pemulia, peneliti, dan pegiat plasma nutfah dengan beragam kategori ,” kata Syukur.
Baca juga : Pertamina Petrochemical Trading-Pupuk Kaltim Perkuat Pasok Soda Ash Nasional
Beberapa kategori yang diberikan adalah kategori Economic Impact, Sosial Impact, Local Heroes, Young Breeder, Innovation and Technology Development.
IBA 2025 juga memberikan apresiasi , Lifetime Achievement yang diberikan kepada Prof. Dr. Sumarno atas kiprahnya menghasilkan 20 varietas kedelai, satu varietas kacang gude, dan satu varietas kacang tanah.
Melalui IBA 2025, PERIPI dan PVTPP berharap profesi pemulia semakin dikenal, diminati generasi muda, serta diakui perannya dalam menjamin masa depan pangan Indonesia.
“Dari pemulia untuk petani, sebuah pengingat bahwa karya pemulia mungkin hadir dalam senyap, tetapi dampaknya besar bagi ketahanan pangan bangsa,” pungkas Syukur.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya