Dark/Light Mode

Mikroplastik Ancam Ibu Hamil Lewat 3 Pintu Masuk, Ini Penjelasan Dosen FK IPB

Jumat, 21 November 2025 17:12 WIB
Ilustrasi mikroplastik (Foto: Freepik via IPB University)
Ilustrasi mikroplastik (Foto: Freepik via IPB University)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dosen Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran IPB University, dr Ganot Sumulyo, SpOG menyampaikan tanggapannya soal ditemukannya mikroplastik dalam cairan amnion dan urin ibu hamil.

Menurutnya, mikroplastik dapat masuk ke tubuh ibu hamil melalui tiga jalur utama. 

“Pertama, inhalasi udara yang mengandung debu dan serat plastik, terutama di wilayah perkotaan dan ruang tertutup. Partikel berukuran sangat kecil ini berpotensi menembus alveolus dan masuk ke aliran darah,” jelas Ganot dalam keterangan resmi yang dilansir situs resmi IPB University, Jumat (21/11/2025).

Kedua, konsumsi makanan dan minuman seperti air kemasan, makanan laut, serta pangan yang dikemas atau dipanaskan dalam plastik. Dari situ, partikel nanoplastik menembus lapisan usus, lalu masuk ke sistem peredaran darah. 

Baca juga : Biaya Besar untuk Ambil Air Pegunungan, Ini Penjelasan Pakar

Ketiga, mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh, dengan cara diserap langsung oleh kulit, meski kontribusinya sangat kecil.

Ganot menjelaskan, plasenta memang bertugas sebagai pelindung utama janin. Namun, sejumlah penelitian internasional membuktikan, partikel berukuran nano mampu melewati lapisan pelindung tersebut.

Mikroplastik bahkan telah ditemukan pada plasenta manusia, mekonium, dan jaringan janin. Ini menandakan adanya potensi paparan sejak dalam kandungan,” terang Ganot.

Dia menguraikan, paparan mikroplastik berpotensi memicu peradangan, stres oksidatif, serta gangguan fungsi dan aliran nutrisi pada plasenta.

Baca juga : Mikroplastik Mengintai Manusia Mulai Udara, Air, Hingga Pangan

Studi pada hewan juga melaporkan dampak seperti penurunan berat lahir, keterlambatan pertumbuhan, dan perubahan perkembangan organ.

“Selain partikel plastik, bahan kimia aditif seperti phthalates dan BPA (Bisphenol A) juga dapat mengganggu keseimbangan hormon pertumbuhan dan reproduksi,” beber Ganot.

Pola hidup modern diperkirakan turut meningkatkan paparan. Terutama, melalui konsumsi air kemasan, makanan berbungkus plastik, pemanasan makanan dalam wadah plastik, hingga paparan serat sintetis dari tekstil dalam ruangan.

Sebagai solusi, Ganot mendorong langkah riset terpadu terkait mikroplastik. Mulai dari kohort ibu–anak, studi toksikokinetik, penelitian hewan dengan dosis realistis, hingga standardisasi metode deteksi.

Baca juga : KDM Akui Aqua Berasal Dari Mata Air Pegunungan, Ini Penjelasan Ahli

Selain itu, edukasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat juga menjadi kunci untuk menekan risiko paparan secara praktis dan bertahap.

“Diperlukan juga edukasi publik mengenai penggunaan bahan plastik secara bijak, terutama bagi ibu hamil. Mikroplastik bukan hanya isu lingkungan, tetapi tantangan kesehatan reproduksi masa depan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.