Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mikroplastik Mengintai Manusia Mulai Udara, Air, Hingga Pangan
Rabu, 29 Oktober 2025 21:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ancaman mikroplastik semakin nyata menghantui kehidupan manusia. Partikel plastik berukuran sangat kecil itu kini telah menyusup ke udara perkotaan, terbawa oleh air hujan, dan meresap ke dalam tanah.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof. Etty Riani, menyebut temuan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait mikroplastik dalam air hujan di Jakarta menjadi indikator serius pencemaran udara perkotaan.
“Diduga di hampir semua kota besar yang banyak kegiatan antropogeniknya dan atau industrinya, kondisinya tidak akan jauh beda dengan Jakarta,” ungkap Prof Etty, Rabu (29/10/2025).
Menurutnya, sumber utama mikroplastik di udara Jakarta berasal dari tumpukan sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), terutama di lokasi open dumping.
Tumpukan plastik itu, seiring waktu dan paparan panas, terurai menjadi partikel berukuran mikro yang sangat ringan dan mudah terbawa angin.
Baca juga : Disambut Bahagia, Bantuan Kemanusiaan BAZNAS Diterima Warga Palestina
“Karena bobotnya sangat ringan, mikroplastik dari TPA bisa terbawa lintas wilayah, bahkan lintas kota,” jelasnya.
Selain dari TPA, mikroplastik juga berasal dari pakaian berbahan polyester, gesekan ban kendaraan, serta aktivitas rumah tangga.
Partikel-partikel tersebut kemudian terlepas ke udara, melayang di atmosfer, dan saat hujan turun ikut terbawa turun ke permukaan tanah, selokan, sungai, hingga laut.
“Ketika partikel masuk ke atmosfer, maka saat hujan turun, mikroplastik ikut terbawa ke permukaan tanah, saluran air, sungai, dan akhirnya laut,” papar Etty.
Lebih lanjut, Etty menyebut yang paling mengkhawatirkan adalah cemaran mikroplastik terkecil yakni nano plastik, dengan diameter kurang dari 2,5 mikron. Menurutnya, partikel sekecil ini dapat terhirup bersama udara, menembus saluran pernapasan hingga paru-paru, lalu mengendap di dalam tubuh.
Baca juga : MBG Kurangi Masalah Kesehatan Hingga 50 Persen
Ditambah lagi partikel itu mampu mengikat bahan toksik lain di udara seperti pestisida atau logam berat.
“Ketika masuk ke dalam tubuh, bahan berbahaya ini bisa menimbulkan stres oksidatif, peradangan, hingga gangguan pada hati, ginjal, paru-paru, dan sistem imun,” terang Etty.
Air hujan yang tercemar mikroplastik juga membawa risiko jangka panjang terhadap ekosistem perairan dan air tanah. Di wilayah perkotaan seperti Jakarta, sebagian besar air hujan mengalir melalui drainase dan sungai karena permukaan tanah tertutup aspal dan beton.
“Namun dari saluran itu, partikel bisa juga merembes ke air tanah,” jelasnya.
Mikroplastik yang masuk ke sistem air akan terbawa ke sungai dan laut, mengendap di sedimen, dan menjadi bagian dari ekosistem perairan. Dalam jangka panjang, partikel itu bisa masuk ke rantai makanan.
Baca juga : Prabowo Mengisi Malam Minggu Dengan Rapat
Lebih jauh, Etty menjelaskan, partikel plastik berukuran di bawah 1 nano mikro terbukti dapat menembus jaringan akar tanaman seperti padi, gandum, dan selada, lalu berpindah ke batang dan daun.
Dalam prinsip rantai makanan, maka tanaman terkontaminasi itu akan dikonsumsi biota herbivore, dikonsumsi biota karnivor, dan mengalir ke tingkat rantai makanan yang lebih tinggi.
“Hingga pada akhirnya baik tanaman, hewan, maupun biota air akan dikonsumsi manusia,” jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya