Dark/Light Mode

HKTI Gelar Temu Tani 2025 Dan Rakernas Perdana

Saatnya Petani Maju, Makmur Dan Sejahtera

Kamis, 4 Desember 2025 07:20 WIB
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati atau Titiek Soeharto yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), diapit Ketua Umum HKTI yang juga Wamentan Sudaryono (kiri) dan Ketua Dewan Pertimbangan HKTI Oesman Sapta (OSO) saat memberikan sambutan dalam acara Temu Tani 2025 sekaligus Rakernas HKTI di Ciawi, Bogor, Rabu (3/12/2025). (Foto: Dok. HKTI)
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati atau Titiek Soeharto yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), diapit Ketua Umum HKTI yang juga Wamentan Sudaryono (kiri) dan Ketua Dewan Pertimbangan HKTI Oesman Sapta (OSO) saat memberikan sambutan dalam acara Temu Tani 2025 sekaligus Rakernas HKTI di Ciawi, Bogor, Rabu (3/12/2025). (Foto: Dok. HKTI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2025-2030 menggelar Temu Tani 2025 sekaligus Rapat Kerja nasional (Rakernas) perdana dengan tema “Pertanian Maju, Indonesia Kuat” di Kantor Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/12/2025). 

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pembina HKTI dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Ketua Umum HKTI, petani akan semakin dimuliakan. 

Pandangan itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan HKTI, Oesman Sapta (OSO) saat memberikan sambutan dalam acara tersebut. 

“Hari-hari ini adalah hari kebangkitan petani. Kebangkitan pertanian yang akan mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan rakyat,” kata OSO, penuh semangat. 

Selain OSO dan Sudaryono, hadir juga dalam acara ini Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto yang menjabat Wakil Ketua Dewan Penasihat HKTI, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Ketua Dewan Kehormatan HKTI Moeldoko, dan Sekretaris Jenderal HKTI Abdul Kadir Karding. Selain itu, hadir juga beberapa asosiasi di bidang pertanian dan ratusan petani. 

Baca juga : Bicara Strategi Kampanye 2029, Bahlil Minta Kader Golkar Melek Digital

OSO bangga dan senang karena saat ini Indonesia tidak lagi impor beras. Kesuksesan ini diraih pasti karena pemimpinnya berani, tegas, pro swasembada, berpihak dan sayang petani. 

“Hanya yang berani yang bisa cegah impor. Presidennya Pak Prabowo, Ketua Umum HKTI-nya Wamentan, saya yakin berani,” kata OSO. 

OSO juga yakin, dengan kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wamentan di HKTI, semua kesulitan yang dirasakan para petani akan mudah diselesaikan. 

“Saya yakin, petani yang kesulitan masalah pupuk, bibit, akan ditemukan solusinya,” tuturnya. 

Sementara itu, dalam pembukaannya, Wamentan sekaligus Ketua Umum HKTI Sudaryono mengap resiasi peran petani yang telah menjadi garda terdepan bagi pangan negara. “Saya berasal dari keluarga petani. Mengerti susahnya jadi petani. 

Baca juga : Dana Jumbo Dikucurkan Untuk Program Prioritas

Saya yakin, inilah pengalaman dari jutaan petani kita, merasakan bagaimana petani itu hidupnya mulia di zaman Presiden Soeharto,” ungkap Sudaryono. 

Ia menambahkan, perjuangan petani sungguh mulia, karena sesulit apapun, tetap dijalani demi menghidupi keluarganya dan masyarakat Indonesia. 

Petani itu, susah panas-panas dikerjakan, badan gatel-gatel kena tanaman, keringat panas terik matahari, nyangkul dikerjakan,” ujar Sudaryono. 

Oleh karena itu, Sudaryono mengajak seluruh elemen di HKTI bekerja sama agar petani bisa hidup lebih sejahtera dan Indonesia konsisten mencapai swasembada pangan. 

“Sekaranglah pertanian dan sektor pangan menjadi prioritas program Presiden Prabowo. Kalau tidak ikut, sudah pasti keliru,” terangnya. 

Baca juga : PLN Kerja 24 Jam Pulihkan Listrik Di Aceh Dan Sibolga

Senada disampaikan Titiek Soeharto. Dia mendorong petani lebih maju, makmur, dan sejahtera. Sebab, petani menjadi garda terdepan bagi pangan nasional. 

Titiek mengingat cita-cita Presiden RI ke-2 Soeharto yang belum tercapai, yakni petani dan nelayan yang makmur. 

“Mari kita jadikan Temu Tani Nasional 2025 dan Rakernas pertama HKTI hari ini sebagai momentum membangun konsensus nasional bahwa petani harus maju, makmur, sejahtera, dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” papar Titiek, dalam sambutannya. 

Sedangkan Mendag Budi Santoso menjelaskan pangsa pasar komoditas pangan yang cukup besar karena men­jadi kebutuhan sehari-hari. Jika sudah terwujud swasembada pangan, Indonesia juga harus bisa menyuplai pangan ke negara-negara lain. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.