Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pakar UGM: Jawa hingga Papua Selatan Berada di Zona Siaga Longsor dan Banjir
Sabtu, 6 Desember 2025 18:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dwikorita Karnawati mengingatkan, kondisi atmosfer dan intensitas hujan di puncak musim hujan November 2025 hingga Februari 2026 dapat memicu kejadian ekstrem di wilayah-wilayah rawan. Rangkaian bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menjadi penanda bahwa ancaman serupa dapat terjadi di daerah lain dengan karakter bentang alam yang mirip. Jawa hingga Papua Selatan berada di zona siaga longsor dan banjir.
“Peristiwa tersebut menunjukkan kerentanan kawasan berlereng curam, daerah yang mengalami alih fungsi lahan, serta zona tektonik aktif dengan kondisi geologi rapuh di berbagai wilayah Indonesia,” jelas Dwikorita melalui laman resmi UGM, Jumat (5/12/2025).
Baca juga : Pengamat Harap Korlantas Beri Reward Warga Yang Taat Bayar Pajak Kendaraan
Dwikorita yang juga Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 2017-2025 menjelaskan, aliran debris atau campuran lumpur, batu, material kayu, dan sedimen dapat melaju dengan kecepatan tinggi ketika hujan ekstrem mengguyur kawasan pegunungan. Material ini mampu menghantam permukiman dan infrastruktur dalam hitungan detik, sehingga masyarakat di bantaran sungai dan wilayah di bawah tebing memerlukan prioritas peringatan dan kesiapsiagaan.
Menurutnya, peringatan dini BMKG harus diikuti penguatan kapasitas masyarakat agar dapat merespons dengan cepat dan tepat. “Aliran debris seperti ini sangat destruktif dan menuntut respons segera dari warga yang berada di zona rentan,” katanya.
Baca juga : PTAR Tegaskan Lokasi Tambang Berbeda dari DAS Garoga, Bantah Picu Banjir Bandang
Data empiris BMKG menunjukkan, bibit siklon dan siklon tropis cenderung meningkat setiap Desember hingga Maret atau April tahun berikutnya. Fenomena ini lebih dominan di belahan selatan bumi, sehingga wilayah selatan khatulistiwa perlu berada dalam kondisi siaga terhadap cuaca ekstrem. Kawasan seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, Maluku, dan Papua bagian selatan masuk dalam zona yang berpotensi mengalami hujan intens yang memicu longsor dan banjir.
“Wilayah-wilayah tersebut seharusnya berada dalam kondisi SIAGA terhadap cuaca ekstrem, sebagaimana yang baru saja terjadi di Sumatera,” tutur Dwikorita.
Baca juga : Pakar UI: Anak Muda Kian Rentan Terpapar Propaganda Ekstrem di Dunia Maya
Untuk menghadapi potensi meluasnya risiko, Dwikorita menekankan pentingnya upaya cepat di daerah rawan bencana. Identifikasi ulang zona merah dan pembatasan aktivitas manusia selama periode peringatan dini, merupakan langkah awal yang perlu dilakukan pemerintah daerah.
Selain itu, penyiapan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian yang aman sangat penting, terutama bagi kelompok rentan seperti difabel, lansia, ibu hamil, dan anak-anak. “Langkah-langkah ini harus dijalankan segera pada wilayah yang telah ditetapkan dalam peringatan dini BMKG,” tegas Dwikorita.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya