Dark/Light Mode

Lomba Musik Kolintang PYC, HAPS Entertainment Bawa Pulang Piala

Minggu, 7 Desember 2025 11:16 WIB
Pendiri PYC Lis Purnomo Yusgiantoro (tengah) berfoto bersama jajaran pengurus PYC dan peserta Lomba Kolintang PYC memperebutkan Piala Bergilir Lis Purnomo Yusgiantoro di The Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu (6/12/2025) malam/PYC
Pendiri PYC Lis Purnomo Yusgiantoro (tengah) berfoto bersama jajaran pengurus PYC dan peserta Lomba Kolintang PYC memperebutkan Piala Bergilir Lis Purnomo Yusgiantoro di The Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu (6/12/2025) malam/PYC

RM.id  Rakyat Merdeka - Purnomo Yusgiantoro Center (PYC)  menggelar Lomba Kolintang PYC memperebutkan piala bergilir Lis Purnomo Yusgiantoro di The Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12/2025) malam.

Lomba bertema “Senandung Ansambel Kolintang untuk Dunia” ini diikuti lima finalis untuk mempertandingkan musik klasik dalam format Kolintang. Kelima finalis itu terdiri atas  Sanggar Ma’zani Sombor, Squad Kolintang Spensabaya, BeeLintang, The Fore dan HAPS Entertainment.

HAPS Entertainment yang membawakan lagu wajib Piano Concerto No.1, lagu nasional  Indonesia Jaya dan lagu bebas Rondo Alla Turca "Turkish March"berhasil memukau sekitar 200-an penonton yang hadir. 

Dewan Juri yang terdiri atas Ananda Sukarlan, seorang pianis dan komposer bertaraf internasional; Simon Aloysius Mantiri yang kini menjabat Direktur Utama PT Pertamina (Persero); dan Purwa Caraka, seorang musisi, komposer dan pendidik musik senior Indonesia, sepakat menetapkan HAPS Entertainment sebagai pemenang dan berhak atas hadiah berupa Piala dan uang tunai sebesar Rp 100.000.000.-  yang diserahkan langsung Lis Purnomo Yusgiantoro.

Baca juga : Wakil Ketua Komisi IV DPR Minta Percepatan Penyaluran Bansos Pangan

“Kami bersyukur dapat menyelenggarakan perlombaan musik Kolintang pertama, yang khusus mempertandingkan musik klasik di Indonesia. Ini bentuk apresiasi kami pada alat musik tradisional Kolintang dari Minahasa, Sulawesi Utara,” kata Lis.

Lis yang dikenal sebagai tokoh Kolintang nasional ini berperan besar memperjuangkan Kolintang mendapatkan pengakuan UNESCO, sebuah organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai warisan budaya tak benda dunia. Dia juga aktif melestarikan dan mengembangkan alat musik tradisional itu melalui konser, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Lis, sebagai warisan budaya tak benda UNESCO, Kolintang memiliki nilai historis dan musikal  sangat tinggi. Namun, belum pernah ada kompetisi yang menempatkan Kolintang di panggung musik klasik era 1600–1900 secara formal. 

Lomba Kolintang PYC menghadirkan terobosan baru dengan memberikan ruang bagi para pemain Kolintang untuk menampilkan kemampuan interpretasi musik klasik Peter I. Tchaikovsky: Piano Concerto No. 1, sekaligus lagu nasional dalam format ansambel,” jelas dia.

Baca juga : Jerman Menang Tipis, Prancis Tertahan di Islandia

Menurutnya, kehadiran para juri lintas disiplin ilmu pengetahuan, menjadikan kompetisi ini tidak hanya prestisius, tetapi juga membuka ruang dialog musikal antara tradisi dan modernitas. Melalui kompetisi bergengsi ini, PYC berupaya menjawab tantangan regenerasi dan apresiasi pada musik tradisional, di tengah derasnya arus modernisasi. 

“Lomba ini kami persembahkan bagi kelompok Kolintang di seluruh Indonesia, dengan harapan dapat  mendorong tumbuhnya bibit-bibit musisi Kolintang baru, membuka ruang apresiasi bagi masyarakat, menjaga keberlangsungan Kolintang sebagai warisan budaya tak benda UNESCO dan menghadirkan kolintang ke panggung musik internasional,” tutur Lis.

Sementara, Ketua Umum PYC Filda Citra Yusgiantoro menyatakan, kompetisi yang dilaksanakan terdiri atas dua tahap. Tahap pertama adalah Seleksi Video, yang menggunakan sistem eliminasi sehingga terpilih lima finalis. Tahap kedua adalah Final. Kelima finalis akan adu kemampuan dan keterampilan untuk menjadi kelompok terbaik. 

Pada kesempatan itu, Filda secara khusus mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku seni, pemerhati budaya dan generasi muda mendukung upaya pelestarian Kolintang melalui kompetisi berhadiah Rp 100 juta bagi pemenang. 

Baca juga : Libur Panjang, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Terjaga

“Kami bangga dapat menghadirkan musik klasik dalam format Kolintang. Ajang ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam perjalanan musik tradisional Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” kata Filda.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.