Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cuaca Ekstrem Masih Menghantui Sumatera
BMKG Minta Warga Terdampak Bencana Waspadai Risiko Listrik
Minggu, 21 Desember 2025 09:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatra masih berpeluang terjadi ke depan seiring dinamika atmosfer yang belum sepenuhnya stabil.
Kondisi ini membuat kewaspadaan masyarakat terhadap risiko listrik tetap diperlukan, terutama di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang masih mengalami kondisi lingkungan basah.
Koordinator Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa sejumlah faktor atmosfer masih aktif di kawasan Sumatra dan sekitarnya.
Salah satunya adalah bibit siklon tropis yang masih dalam pemantauan, yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan dan mempertahankan genangan air serta lumpur di berbagai wilayah terdampak.
Baca juga : BNI Bersama BUMN Peduli Hadir Cepat Salurkan Bantuan Warga Terdampak Bencana Sumatra
“Beberapa faktor atmosfer, termasuk bibit siklon tropis yang masih kami pantau, dapat memengaruhi pola cuaca di Sumatra. Dampaknya berupa potensi hujan lebat yang membuat kondisi lingkungan tetap basah di sejumlah wilayah,” ujar Nasrol.
Ia menegaskan, kondisi basah tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari pascabencana.
Genangan air dan lumpur tidak hanya berdampak pada lingkungan permukiman dan fasilitas umum, tetapi juga di lokasi-lokasi pengungsian yang masih digunakan oleh masyarakat terdampak.
Menurut Nasrol, dari sisi keselamatan, kondisi lingkungan pascabencana yang masih basah perlu diwaspadai karena air dan lumpur memiliki sifat konduktif, terutama ketika bercampur dengan material tanah, mineral, dan sisa material bangunan.
Baca juga : Brimob Bangun Sumur Bor Untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang
Dalam kondisi tersebut, lingkungan menjadi lebih mudah menghantarkan arus listrik dibandingkan kondisi kering, sehingga potensi bahaya bagi warga dapat meningkat apabila terjadi genangan kembali.
Kondisi ini dapat terjadi di berbagai lokasi, mulai dari permukiman, fasilitas umum, hingga area pengungsian, terutama ketika cuaca kembali memburuk dan hujan lebat menyebabkan genangan air atau lumpur meluas.
Ia menambahkan, potensi hujan susulan masih perlu diantisipasi karena dapat kembali memperluas genangan, terutama di wilayah dataran rendah dan daerah aliran sungai di Sumatera bagian barat dan utara.
Kondisi tersebut membuat situasi lapangan dapat berubah dengan cepat dan memerlukan kesiapsiagaan berkelanjutan. Pada konteks tersebut, Nasrol memberikan peringatan tegas terkait risiko keselamatan warga apabila kondisi cuaca kembali memburuk.
Baca juga : Kapolri Beri Semangat Kepada Anggota Polri Terdampak Bencana Di Sumbar
“Dalam kondisi lingkungan yang masih basah, terutama ketika terdapat genangan air dan lumpur, risiko keselamatan bisa meningkat. Secara fisik, air dan material lumpur dapat menjadi media penghantar, sehingga apabila terjadi hujan lebat atau banjir susulan di wilayah yang sudah kembali dialiri listrik, situasinya menjadi berbahaya bagi masyarakat, termasuk di permukiman, fasilitas umum, maupun lokasi pengungsian,” tegas Nasrol.
Sebagai penutup, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak bencana di Sumatera untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan kondisi lapangan dapat berubah sewaktu-waktu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya