Dark/Light Mode

Sumbang Biaya Pendidikan Dan Korban Bencana

Kepala BGN Main Golf Untuk Charity

Selasa, 23 Desember 2025 07:53 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (tengah) . (Foto: Tedy Kroen/RM)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (tengah) . (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Video Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tengah bermain golf viral di media sosial. Menyadari videonya menimbulkan kegaduhan karena beredar di tengah situasi bencana di Sumatera, Dadan memberikan penjelasan.

Dalam video singkat yang beredar luas, Dadan berada di lapangan golf mengenakan kaus polo, celana panjang, sarung tangan putih, topi, serta kacamata hitam. Ia memegang stik golf sambil berjalan di area fairway, ditemani beberapa orang yang diduga merupakan rekan bermain serta caddy.

Video berdurasi singkat itu langsung menyita perhatian publik. Dadan memberikan klarifikasi.

Ia membenarkan sosok dalam video itu adalah dirinya. Namun, Dadan menegaskan kehadirannya di lapangan golf bukan untuk bersantai semata.

Dadan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari turnamen golf yang telah terjadwal sebelumnya dan digelar oleh komunitas alumni Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam kegiatan itu, ia hadir sebagai bagian dari komunitas alumni sekaligus mengikuti agenda penggalangan dana (charity).

Baca juga : Waspada, Bibit Siklon Tropis Meningkat

“Iya itu benar. Saya hadir di acara Charity Golf oleh Persatuan Golf Alumni (PGA) IPB yang mana saya sebagai Ketua Dewan Pembina,” kata Dadan, dikutip Senin (22/12/2025).

Menurut Dadan, dana yang terkumpul akan disalurkan untuk beasiswa dan bantuan bagi korban bencana alam di Sumatera. Ia juga menegaskan aktivitas tersebut berlangsung di luar jam kerja, yakni pada Minggu, 14 Desember 2025, dan tidak mengganggu tugasnya sebagai Kepala BGN.

“Saya support teman-teman yang menggalang dana untuk beasiswa dan bencana Sumatera,” tandasnya.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari turut meluruskan polemik video Kepala BGN yang beredar luas di media sosial. Menurutnya, video yang bersumber dari akun TikTok tersebut diunggah hanya sebagian dan tanpa konteks yang jelas, sehingga memunculkan persepsi keliru di publik.

Qodari menegaskan, aktivitas yang terekam dalam video itu merupakan bagian dari kegiatan penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatera. Karena itu, publik diminta melihat peristiwa tersebut secara utuh.

Baca juga : Mulai Ada Aktivitas Pasar di Aceh Tamiang

“Tidak boleh dilepaskan dari konteks besarnya bahwa kegiatan itu adalah charity. Selain itu, Pak Dadan hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Persatuan Golf Alumni Institut Pertanian Bogor (PGA-IPB),” ujar Qodari, Senin (22/12).

Ia menekankan, kehadiran Kepala BGN sama sekali bukan untuk kepentingan pribadi. Dadan, kata Qodari, menjalankan peran sosial dan organisasional dalam kegiatan yang bertujuan menghimpun kepedulian serta dukungan bagi korban bencana.

Menurut Qodari, pola penggalangan dana melalui berbagai kegiatan komunitas merupakan hal yang lazim. Setiap kelompok masyarakat memiliki cara masing-masing sesuai karakter dan jejaring yang dimiliki.

Sebagai pembanding, Qodari menyinggung konser amal “100 Musisi” yang digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), yang juga bertujuan menggalang dana kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

“Esensinya sama. Ada yang menggalang bantuan melalui konser musik, ada juga yang melalui kegiatan olahraga. Tujuan akhirnya adalah solidaritas dan kemanusiaan,” jelasnya.

Baca juga : Diduga Perparah Banjir, 5 Perusahaan Tambang Disegel

Qodari menambahkan, para musisi berkontribusi melalui seni dan panggung musik, sementara komunitas lain bergerak melalui aktivitas yang menjadi kebiasaan mereka.

“Kalau ILUNI UI dengan para musisi yang kebiasaannya bernyanyi, maka di IPB konteksnya adalah olahraga, dalam hal ini golf,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar publik tidak memisahkan bentuk kegiatan dari tujuan kemanusiaannya. Tanpa konteks yang utuh, kegiatan positif justru berpotensi dibingkai secara keliru.

“Jadi konteksnya tidak boleh dihilangkan. Kalau dipotong dari tujuan kemanusiaannya, kegiatan yang baik bisa tampak seolah-olah buruk,” pungkas Qodari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.