Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diplomasi Daun, Ikhtiar PTPN I Mengembalikan Reputasi Tembakau Deli
Sabtu, 10 Januari 2026 08:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tembakau Deli pertama kali dibudidayakan secara komersial oleh Jacobus Nienhuys, seorang pedagang Belanda, di Sumatera Timur pada 1863. Komoditas ini sempat dijuluki emas hijau karena reputasinya sebagai pembungkus cerutu terbaik di dunia. Namanya masyhur hingga Eropa dan menjadi warisan berharga bagi PTPN I setelah nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda pada 1956.
Namun, fluktuasi pasar dan diversifikasi usaha membuat pamor komoditas perisa cerutu premium tersebut perlahan meredup. Kini, tuntutan diferensiasi bisnis di tubuh PTPN I kembali membuka perhatian terhadap Tembakau Deli sebagai komoditas bernilai sejarah sekaligus berprospek ekonomi.
Melalui kajian mendalam, PTPN I Regional 1 mengambil kebijakan strategis untuk mengangkat kembali kejayaan Tembakau Deli. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk pemulihan reputasi, tetapi juga sebagai strategi bisnis jangka panjang yang disebut sebagai diplomasi daun.
“Kita membaca sejarah. Tembakau Deli ini luar biasa. Sejak 1863 sudah dikenal hingga Eropa. Bahkan saat dikomersialkan dalam skala industri, Belanda memobilisasi tenaga kerja dari Jawa. Kita mengenalnya sebagai kolonisasi ken Deli,” ujar Direktur PTPN I Teddy Yunirman Danas di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Baca juga : Dana Desa untuk Pengembangan Angkutan Pedesaan
Teddy menyatakan dukungan penuh terhadap prakarsa PTPN I Regional 1 yang terus menggenjot produksi dan memperluas areal tanam Tembakau Deli di lahan-lahan milik perusahaan. Menurut Plt Region Head PTPN I Regional 1 Wispramono Budiaman, inisiatif ini bukan semata soal keuntungan, melainkan juga penguatan identitas keunggulan suatu kawasan di tingkat global.
Wajah ekonomi dan sosial Medan, sebagai lokus utama kawasan Deli, pun diharapkan kembali dikenal sebagai salah satu legenda perkebunan Indonesia yang bertahan hingga hari ini.
Di tengah laju urbanisasi dan modernisasi, Teddy mengakui tantangan pelestarian semakin kompleks. Namun, PTPN I menegaskan komitmennya untuk menjaga teknik budidaya tradisional yang presisi agar kualitas legendaris Tembakau Deli tidak tergerus zaman.
“Tembakau Deli bukan sekadar tanaman. Ia adalah saksi sejarah yang telah mendunia selama lebih dari satu setengah abad. Kami memikul tanggung jawab besar untuk memastikan kualitas ini tetap selaras dengan modernisasi industri. Inilah langkah kami menjaga Diplomasi Daun Indonesia di mata internasional,” tegas Teddy.
Baca juga : IPI Apresiasi Insentif Fiskal Mendagri, Ingatkan Kualitas Belanja Daerah
Strategi Pelestarian 2026
Untuk menghadapi tekanan pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara, PTPN I menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, konservasi ketat terhadap lahan inti yang memiliki karakteristik tanah unik dan tidak tergantikan.
Kedua, digitalisasi edukasi sejarah melalui pengarsipan dokumen, peralatan pengolahan tradisional, serta restorasi bangsal pengering berarsitektur kolonial sebagai destinasi wisata sejarah perkebunan yang modern.
Ketiga, regenerasi keahlian melalui program transfer ilmu kepada generasi muda penyortir daun. Regenerasi ini dinilai krusial untuk menjaga ketajaman rasa dan ketelitian visual dalam menentukan kualitas daun, keahlian yang selama ini diwariskan secara turun-temurun.
Baca juga : Setahun MBG, Ikhtiar Menyempurnakan Program Gizi Anak
Kebanggaan di Pasar Internasional
Hingga kini, Tembakau Deli tetap menjadi salah satu produk asli Indonesia dengan posisi tawar yang kuat di pasar lelang internasional, khususnya di Bremen, Jerman. Standar kualitas yang terjaga sejak era kolonial memastikan setiap cerutu premium dunia yang menggunakan pembungkus dari Deli tetap membawa aroma khas tanah Sumatera.
Melalui pelestarian yang konsisten dan terukur, PTPN I berharap Tembakau Deli terus menjadi kebanggaan Sumatera Utara sekaligus rujukan dunia atas kejayaan panjang perkebunan Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya