Dark/Light Mode

Prabowo Targetkan RI Bebas Kemiskinan Ekstrem Di 2029, Pendidikan Jadi Kunci

Senin, 12 Januari 2026 21:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Tim Media Presiden)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia paling lambat pada 2029, dengan menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat Terpadu yang tersebar di 34 provinsi dan dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

“Cita-cita saya di akhir masa jabatan, tahun 2029, bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem—desil satu dan dua—bisa kita ubah nasibnya. Kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Baca juga : Prabowo Target Bangun 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Bisa Tampung 500.000 Anak

Presiden menegaskan target tersebut bukan sekadar ambisi, melainkan tujuan yang realistis jika didukung kerja keras, keberanian mengambil terobosan, serta komitmen bersama seluruh elemen bangsa.

“Saya percaya itu bisa terjadi. Keberhasilan-keberhasilan kita sangat banyak. Bukan untuk menyombongkan diri, tetapi kita harus bangga dengan prestasi dan bukti nyata yang sudah dicapai,” ujarnya.

Prabowo juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong dalam menghadapi persoalan kemiskinan dan kelaparan yang masih menjadi tantangan nasional.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Senin 12 Januari 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap

“Mari kita bersatu, mari kita kerja sama untuk menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia. Kita bangkitkan seluruh kehidupan bangsa Indonesia,” katanya.

Menurut Prabowo, pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, melainkan harus dibarengi dengan pemerataan agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh rakyat.

Ia kembali mengingatkan tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dari ancaman kelaparan, kemiskinan, penderitaan, dan penyakit, serta memajukan kesejahteraan umum.

Baca juga : Prabowo: Prestasi Atlet Cerminan Harga Diri Dan Kebangkitan Bangsa

Sebagai upaya konkret memutus rantai kemiskinan, Presiden menekankan pentingnya pendidikan yang merata dan berkualitas. Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah menyediakan akses pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan daerah tertinggal.

Usai peresmian 166 Sekolah Rakyat tersebut, Presiden menargetkan jumlah sekolah serupa akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500 sekolah pada 2029.

“Pendidikan adalah sarana yang paling benar untuk menghilangkan kemiskinan. Tetapi pendidikan membutuhkan biaya. Jika uang negara dikorupsi, maka tidak akan cukup untuk membangun semua sekolah dan kampus yang kita cita-citakan,” tegas Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.