Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Kilang Minyak Pertama Indonesia Sejak 1994
Selasa, 13 Januari 2026 08:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Proyek strategis nasional ini menjadi tonggak bersejarah karena merupakan kilang minyak pertama yang berhasil diselesaikan Indonesia dalam 32 tahun terakhir.
Terakhir kali Indonesia meresmikan proyek kilang minyak berskala besar terjadi pada 1994, saat Presiden Soeharto meresmikan RDMP Kilang Balongan, Jawa Barat. Fakta ini membuat Prabowo mengaku bangga sekaligus optimistis terhadap masa depan kedaulatan energi nasional.
Baca juga : Bahlil: Insya Allah, Kita Tidak Impor Solar Lagi
“Tadi sudah disebut bahwa acara seperti ini pernah dilakukan tahun 1994, berarti 32 tahun lalu. Tentunya saya menyambut bahagia dan merasa sangat bangga atas apa yang kita hasilkan hari ini. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, jajaran yang bekerja keras sehingga kita berhasil mencapai hal ini. Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa,” ujar Prabowo.
RDMP Balikpapan merupakan proyek pengembangan dan modernisasi kilang eksisting milik PT Pertamina (Persero) dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar. Proyek ini dirancang untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).
Pasca modernisasi, kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan meningkat signifikan dari 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 360 ribu bph. Kenaikan kapasitas ini memungkinkan tambahan produksi BBM dalam jumlah besar.
Baca juga : Resmikan RDMP Balikpapan, Prabowo Ingatkan Dirut Pertamina Agar Tahan Godaan
Kilang Balikpapan kini mampu memproduksi bensin hingga 5,8 juta kiloliter (kl) per tahun, diesel (solar) 1,8 juta kl per tahun, avtur 640 ribu kl per tahun, serta LPG sebesar 336 ribu ton per tahun. Peningkatan produksi ini diperkirakan mampu menekan impor BBM dan LPG sekaligus menghemat devisa negara sekitar Rp68 triliun per tahun.
Tak hanya soal volume, kualitas produk juga mengalami lompatan besar. Nilai Nelson Complexity Index (NCI) Kilang Balikpapan meningkat dari 3,7 menjadi 8. Artinya, kilang ini kini mampu mengolah minyak mentah menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi.
Selain itu, BBM yang dihasilkan telah memenuhi standar ramah lingkungan setara Euro 5. Sebelumnya, Kilang Balikpapan hanya mampu memproduksi BBM dengan kualitas Euro 2.
Baca juga : Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, RI Siap Mandiri Energi
Prabowo menegaskan, pengembangan Kilang Balikpapan merupakan salah satu pilar penting menuju swasembada energi nasional. Menurutnya, kedaulatan energi adalah fondasi utama bagi negara yang berdaulat dan merdeka.
“Hari ini, satu langkah lagi kita menuju swasembada energi. Kita tidak boleh tergantung dari luar. Kalau kita tidak kuat, bisa-bisa kekayaan kita direbut. Karena itu, kita harus bekerja keras,” tegas Prabowo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya