Dark/Light Mode

Kadin Yakin Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak PDB Hingga 3,5 Persen

Kamis, 15 Januari 2026 11:37 WIB
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie. (Foto : ist)
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memperkuat kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memberi dampak ekonomi signifikan, termasuk mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 3,5 persen.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan, MBG merupakan program strategis yang menyentuh langsung kepentingan bangsa, terutama dalam menyiapkan generasi masa depan.

“Jika kita berbicara kepentingan bangsa, terutama anak-anak sebagai generasi masa depan, dampaknya sangat jelas. Dari target 82 juta penerima, saat ini sudah menjangkau sekitar 55 juta anak. Ini sangat berarti karena kita menginginkan lebih banyak insinyur, doktor, guru, hingga atlet di masa depan. Inilah cikal bakalnya,” ujar Anindya dalam keterangan pers, Kamis (15/1/2026).

Pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Hingga kini, lebih dari 20.000 dapur telah terbangun. Kadin turut berkontribusi dengan membangun sekitar 1.000 dapur, melalui dukungan anggota dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun.

Baca juga : RI Kini Jadi Rujukan, Jepang Pelajari Program Makan Bergizi Gratis

Menurut Anindya, MBG menjadi pintu masuk strategis bagi penguatan ketahanan pangan nasional, terutama karena menciptakan kepastian permintaan terhadap produk pangan dan protein.

“Hilirisasi pertanian hanya masuk akal jika ada kepastian permintaan. Dengan MBG, kebutuhan pangan sangat nyata. Dari 52 juta penerima hari ini menuju 82 juta, artinya dibutuhkan sekitar 52 juta butir telur per hari, ayam, sayur-mayur, ikan, dan lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap daerah memiliki potensi protein unggulan masing-masing. Kondisi ini mendorong keterlibatan pemerintah daerah dan pelaku usaha secara lebih luas. Bahkan, banyak daerah berlomba mendapatkan titik dapur MBG agar dapat terlibat langsung.

Anindya juga menyoroti dampak ketenagakerjaan dari program ini. Jika satu dapur menyerap sekitar 50 tenaga kerja, maka dengan target 30.000 dapur, MBG berpotensi menciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru.

Baca juga : Penerima Makan Bergizi Gratis Tembus 58 Juta, Prabowo: Setara 9 Kali Singapura

“Secara ekonomi, ini berpotensi menambah pertumbuhan PDB hingga 3,5 persen,” tegasnya.

Program MBG dinilai membuka peluang besar bagi dunia usaha, khususnya sektor pangan. Mulai dari pasokan ayam, telur, tahu, tempe, sayur, buah, hingga susu. Peluang juga terbuka di sektor hulu, seperti cold chain, logistik, koperasi, hingga pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Protein.

Sementara dari sisi pemerintah, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Target paling menantang bagi BGN adalah mencegah inflasi dan kelangkaan bahan pangan. Kami berharap Kadin, khususnya pelaku usaha di sektor pertanian dan peternakan, dapat memperbesar kapasitas produksi. Kebutuhan beras saja bisa mencapai 3 juta ton per tahun,” ujarnya.

Baca juga : IKASI Jakarta Siapkan Super Tim Dongkrak Prestasi Anggar

Adapun Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan dan Minuman Bergizi (GAPEMBI) Alven Stony menilai MBG kini telah menjadi isu nasional dan mendapat dukungan luas dari berbagai pemangku kepentingan.

“Ini adalah hot topic di Indonesia saat ini. Kita semua mendukung program MBG sebagai program prioritas Presiden Prabowo. Tentu dalam perjalanannya tidak terlepas dari kritik, dan itu penting untuk penyempurnaan ke depan,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.