Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prajurit Ceritakan Momen Warga Aceh Bantu TNI Bangun Jembatan
Senin, 19 Januari 2026 18:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Solidaritas dan semangat gotong royong warga Aceh menguatkan perjuangan prajurit TNI dalam memulihkan akses infrastruktur pasca-banjir bandang.
Di tengah keterbatasan alat dan beratnya medan, masyarakat setempat secara sukarela turun tangan membantu prajurit TNI membangun jembatan darurat demi menghubungkan kembali wilayah yang terisolasi.
Hal ini diungkapkan Komandan Batalyon Zeni Tempur (Danyon Zipur) 16, Letkol CZI Rudy Haryanto, dalam wawancara Sinergi Indonesia di YouTube Bakom RI, dikutip Senin (19/1/2026).
Baca juga : Dapat Surat Dari Anak, Noel Ngaku Sedih Sekaligus Semangat
Ia menceritakan bagaimana kuatnya ikatan kemanusiaan yang muncul di lapangan saat proses pembangunan jembatan darurat berlangsung.
"Alhamdulillah, warga sekitar sangat antusias ikut membantu kami dalam melaksanakan pembuatan jembatan ini. Jadi mereka ikut membantu apa yang mereka bisa melaksanakan, melihat anggota kami sudah kelelahan, akhirnya ikut-ikut mengangkat jembatan ataupun lain sebagainya," ujar Rudy.
Rudy menjelaskan, sekitar 492 jembatan terputus di Aceh. TNI memprioritaskan jalan nasional dan akses alternatif tercepat menuju daerah terisolasi seperti Bener Meriah dan Takengon.
Baca juga : Ary Ginanjar Tegaskan Pentingnya Talent DNA dalam Pengembangan SDM Kebudayaan
"Kami bekerja siang dan malam, 24 jam kami bagi shift, supaya jembatan itu bisa dapat segera terbangun. Apalagi di sana juga, di lokasi tersebut, merupakan tempat pertemuan. Jadi ada masyarakat yang bergerak, berjalan kaki dari Takengon, berjuang dengan penuh lumpur sampai di sana, baru bisa memeluk anaknya di sana. Itu juga mengetuk hati kami," ujarnya.
Di tengah keterbatasan listrik dan komunikasi akibat bencana, prajurit tetap bertugas meski tidak dapat menghubungi keluarga.
Dukungan perangkat komunikasi Starlink membantu menjaga moril pasukan agar tetap fokus menjalankan misi kemanusiaan.
Baca juga : Mentan Tegas, Lawan Praktik Pangan Ilegal
Rudy mengatakan, sudah menjadi tugas kami dan panggilan jiwa. Begitu melihat ada yang kesusahan, melihat masyarakat yang kesusahan.
"Walaupun kami dalam keadaan kondisi yang susah, mau tidak mau ya bukan terpaksa, tapi memang dengan keikhlasan kami merasa bangga. Bisa dapat meringankan beban masyarakat dengan apa yang bisa kami lakukan," kata Rudy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya