Dark/Light Mode

Anak Prajurit Marinir Yang Gugur Di Cisarua Dapat Beasiswa Dan Dipermudah Masuk TNI

Kamis, 29 Januari 2026 10:57 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali. Foto: TNI AL
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali. Foto: TNI AL

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan anak-anak dari prajurit Marinir yang gugur karena bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat, mendapatkan beasiswa dan dipermudah masuk TNI.

"TNI AL memberikan beasiswa kepada putra putri korban sampai dengan sarjana, diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI/TNI AL, serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban," kata Ali dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ali menyatakan duka mendalam atas gugurnya 23 Prajurit Jalasena terbaik dari Korps Marinir dalam musibah bencana alam tanah longsor yang terjadi saat pelaksanaan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah Cisarua, Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026).

Baca juga : Prabowo Minta Beasiswa untuk Mahasiswa Diperbanyak, Termasuk KIP-K

Tidak hanya itu, Ali memastikan, TNI AL akan memberikan santunan kepada keluarga para prajurit yang telah gugur.

Longsor dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi yang menyebabkan pergerakan tanah di lokasi latihan.

Dijelaskan Ali, tim SAR gabungan dan para prajurit TNI AL yang berada di lokasi berhasil mengevakuasi 5 jenazah prajurit, sementara upaya pencarian terhadap 18 prajurit lainnya terus dilakukan secara maksimal.

Baca juga : Tamsil Linrung Dorong Penguatan Pembangunan Daerah 3T

Adapun 5 prajurit yang telah berhasil dievakuasi yaitu Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio.

Saat ini, kelima jenazah prajurit tersebut telah diantar ke daerah asalnya masing-masing untuk diserahkan kepada pihak keluarga serta dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan dari negara kepada para prajurit atas pengorbanannya.

Hingga hari ini, TNI AL telah menerjunkan sedikitnya 200 personel Marinir TNI AL untuk bergabung dengan institusi dan Lembaga terkait lainnya guna mempercepat proses evakuasi.

Baca juga : Airlangga Perkuat Kolaborasi Siapkan Talenta Masa Depan

Operasi pencarian ini didukung oleh teknologi mutakhir, termasuk penggunaan drone, sensor thermal, unit anjing pelacak, hingga penggunaan alat berat guna menyisir area material longsor.

"Dedikasi dan loyalitas ke-23 prajurit yang gugur dalam latihan ini merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengabdian mereka akan selalu terukir dalam sejarah TNI Angkatan Laut," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.