Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kuliah Umum Di UTM
Mahfud MD: Sudah Waktunya SDM Madura Naik Kelas
Jumat, 13 Februari 2026 18:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD meyakini, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berpotensi menjadi motor penguatan dan peningkatan kualitas Sumber Daya (SDM), khususnya di Madura.
"Sudah waktunya kualitas SDM Madura naik kelas. UTM menjadi peluang bagus untuk memajukan diri dan memperkuat pembinaan dan peningkatan kualitas SDM di Madura," kata Mahfud MD.
Hal itu diungkap Mahfud saat Kuliah Umum Program Doktor Hukum dan Magister Hukum Jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Fakultas Hukum UTM bertema Hukum dalam Dinamika Demokrasi di Indonesia dan Tantangan Hukum Pancasila dalam Era Globalisasi dan Digitalisasi, Jumat (13/2/2026).
Saat mengisi kuliah pembukaan di Pasca Sarjana S2 dan S3 UTM hari ini, ternyata, Pasca Hukum UTM sudah membuka jalur rekognisi pembelajaran lampau (RPL). "Lama tidak ke kampus Universitas Trunojoyo Madura, ternyata saat ini sudah begitu maju," kata Mahfud.
Mantan Menko Polhukam ini pun mendorong civitas akademika dan para profesional muda memanfaatkan jalur akademik resmi dalam meningkatkan kapasitas diri.
Baca juga : Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara, DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas
Mahfud secara khusus menyasar para pejabat muda, aparatur, jaksa, hakim, polisi, dan berbagai profesi lainnya, tidak menyia-nyiakan kesempatan akademik yang tersedia.
"Dengan program magister jalur RPL seperti ini, saya menyarankan para pejabat muda, aparatur, jaksa, hakim, agar mengikuti kuliah dengan jalur ini. Karena kesempatan akademiknya terbuka. Dalam program RPL, pengalaman kerja lapangan dikonversi ke dalam kredit (SKS) sehingga mahasiswa tak harus mulai kuliah dari Semester I," terang Mahfud.
Mahfud menekankan dan mengingatkan agar para profesional tak tergoda mencari jalur doktor honoris causa maupun guru besar kehormatan hanya demi prestise.
Harus menimba ilmu di kampus yang benar, jangan ikut-ikutan berburu gelar kehormatan. Jangan mencari jalur doktor honoris causa, juga guru besar kehormatan. Karena tidak menguntungkan bagi orangnya, maupun universitasnya.
"Jalur rekognisi pembelajaran lampau ini lebih terhormat daripada mengambil gelar kehormatan yang terkadang tak ada keringat dan aroma akademiknya. Yang mau jadi doktor, master, masuk saja ke UTM," pesannya.
Baca juga : Gelar Rakernas Di Ancol, Perindo Ingin Rakyat Naik Kelas
Dalam sesi diskusi, menjawab pertanyaan tentang peran UTM soal tantangan hukum, dan demokrasi di era digital, Mahfud menegaskan, kampus adalah pencetak intelektual.
Menurutnya, kekuatan utama perguruan tinggi terletak pada pembentukan otak dan karakter mahasiswa. Ia pun optimistis dengan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki UTM.
"UTM itu mencetak ilmunya dan wataknya. Lingkungannya memungkinkan. Sumber daya manusianya juga hebat-hebat dan bisa bersaing secara nasional," ujarnya.
Mahfud pun sempat bernostalgia. Bagi Mahfud, UTM seperti rumah sendiri. Saat menjadi Menteri Pertahanan di era Presiden KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, dia turut berupaya dan mendorong Presiden agar Universitas Bangkalan yang ketika itu berstatus swasta, berubah menjadi negeri dengan nama UTM.
"Makanya tadi, Pak Rektor UTM, Prof. Safi' dalam sambutannya sambil berkelakar mengatakan, kepanjangan lain dari UTM adalah Universitas Titipan Mahfud," ucap Mahfud dengan nada canda.
Baca juga : Sandiaga Uno Dan Arief Yahya Dukung UMKM Pandeglang Siap Naik Kelas
Rektor UTM, Prof. Safi' menyampaikan, kuliah umum ini merupakan kesempatan besar bagi mahasiswa yang baru saja menempuh pendidikan ilmu hukum jenjang magister dan doktor.
"Prof. Mahfud MD adalah maha guru, yang juga berkontribusi besar pendirian kampus negeri di Madura ini," ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya