Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bamsoet Luncurkan Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”
Minggu, 15 Februari 2026 22:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, meluncurkan buku berjudul “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” dalam diskusi publik, di Parle Resto, Senayan Park, Jakarta, Minggu (15/2/2026). Buku karya jurnalis senior Joseph Osdar ini menghadirkan gambaran tentang praktik politik yang bekerja dalam senyap, tanpa panggung, tanpa sensasi, dan tanpa kebutuhan untuk mempertontonkan konflik.
Kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang, buku ini merekam bagaimana politik sesungguhnya bekerja. Tidak selalu di depan kamera, tidak selalu di panggung besar, dan tidak selalu melalui pernyataan keras atau populis.
“Politik akal sehat justru sering hadir dalam ruang-ruang sunyi, dalam keputusan-keputusan yang tidak populer tetapi penting bagi bangsa,” ujar Bamsoet, saat diskusi publik dalam peluncuran buku itu.
Baca juga : Hashim: Presiden Prabowo Ingin Kapal Pertamina Dibangun di Dalam Negeri
Peluncuran buku ini dihadiri sejumlah tokoh antara lain Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menkomdigi Meutia Hafid, Dubes RI untuk Italia Junimart Girsang, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aris Marsudiyanto, Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Alhabsy, mantan Ketua MK Prof. Jimly Asshiddiqie, Mantan Dubes Indonesia untuk Singapura Suryopratomo, Komut Pertamina Iwan Bule, Direktur Pertamina Simon Aloisius Mantiri, Pengusaha Jerry Hermawan Lo, Ketum FKPPI Pontjo Sutowo, mantan Kapolri Jenderal (Purn) Sutarman, mantan Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua Dewan Pembina Kadin Indonesia Didik J. Rachbini, tokoh PAN Soetrisno Bahir, Rocky Gerung, Akbar Faisal, serta pakar politik Effendi Gazali.
Peluncuran buku berjudul “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” dalam diskusi publik, di Parle Resto, Senayan Park, Jakarta, Minggu (15/2/2026). (Foto: Dok. Bamsoet)
Bamsoet menjelaskan, salah satu pesan utama buku ini adalah pentingnya kedewasaan dalam mengelola perbedaan. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan dan kepentingan merupakan keniscayaan. Namun, kualitas demokrasi ditentukan oleh cara para elite mengelola perbedaan itu.
“Kita lihat kemampuan Presiden Prabowo merangkul, menjembatani untuk mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada demi kepentinhan bangsa. Siapa yang tidak kenal misalnya Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto, yang berseberangan ketika Pilpres. Tetapi tiba-tiba kita dihentakkan oleh suatu keputusan, Tom Lembong diberi abolisi, Hasto dikasih amnesti. Itulah yang ingin kita gambarkan," kata Bamsoet.
Baca juga : Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” Diluncurkan Pekan Depan
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini berharap, peluncuran buku ini dapat memperkaya diskursus publik mengenai praktik politik yang sehat, rasional, dan berorientasi pada kepentingan bangsa, sekaligus menjadi penanda bahwa demokrasi Indonesia memiliki alternatif narasi selain politik panggung dan kegaduhan.
"Karena pada hakekatnya Pemimpin itu merangkul, bukan memukul. Menyayangi, bukan menyaingi. Mendidik, bukan membidik. Membina, bukan menghina. Mencari solusi, bukan mencari simpati. Serta membela, bukan mencela," tegas Bamsoet.
Dalam buku ini, sang penulis Joseph Osdar menjadikan Bamsoet sebagai narasumber utama. Osdar menempatkan Prabowo dan Bamsoet sebagai contoh praktik politik rasional di tengah budaya politik yang sering kali emosional dan reaktif. Politik akal sehat, sebagaimana digambarkan dalam buku, adalah politik yang memahami kapan harus berbicara dan kapan harus bekerja. Termasuk memahami bahwa perbedaan pandangan dan kepentingan dalam demokrasi merupakan keniscayaan.
Baca juga : Pramono Siap Jalankan Arahan Presiden Prabowo soal Penataan Jakarta
“Demokrasi tidak akan rusak karena perbedaan, tetapi Ia bisa rusak karena ketidakmampuan mengelola perbedaan. Politik tanpa panggung adalah politik yang tidak sibuk memperlebar jarak, tetapi berupaya menjembatani kepentingan demi stabilitas nasional agar investasi tumbuh, dunia usaha berkembang,” tegas Osdar.
Buku ini juga menyoroti bagaimana relasi politik yang dibangun atas dasar saling menghormati peran kelembagaan mampu menciptakan stabilitas politik jangka panjang. Menurut Osdar, hubungan politik yang sehat tidak harus selalu diekspresikan melalui koalisi formal atau pernyataan publik yang demonstratif.
“Terpenting dalam politik adalah kejelasan tujuan dan komitmen kebangsaan. Ketika tujuan nasional menjadi titik temu, maka ego personal dan kepentingan jangka pendek harus dikesampingkan,” jelas Osdar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya