Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tanggapi Kelakar Bahlil, Demokrat Jatim Yakin Emil Tidak Akan Masuk Golkar
Kamis, 19 Februari 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Jawa Timur (Jatim), menanggapi pernyataan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang meminta Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, bergabung dengan Golkar. Mereka yakin, Emil tak akan meninggalkan Demokrat, atau lompat pagar ke Partai Beringin.
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPD Demokrat Jatim, M Arbayanto menilai, pernyataan Bahlil kepada Emil sebatas candaan sebagai sesama politisi. Menurut dia, publik juga sudah memahami gaya komunikasi politik Bahlil, yang kerap melempar candaan.
“Soal Mas Emil, tidak ada problem. Beliau secara personal fine, menikmati posisi sebagai wakil gubernur (wagub), sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur,” kata Arba, sapaan akrab Arbayanto, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim, Surabaya, Rabu (18/2/2026).
Dia menambahkan, candaan Bahlil kepada Emil mencerminkan kedekatan komunikasi, ketimbang sinyal perpindahan jelang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jatim. Menurutnya, komunikasi yang cair justru membuka peluang koalisi ke depan.
“Relasi personal yang hangat, menjadi indikator terbukanya ruang koalisi di Pilkada mendatang. Itu bukan sinyal perpindahan politik,” cetusnya.
Baca juga : Disajikan Langsung Oleh Bulog, Importir Arab Nikmati Beras Kita Yang Pulen
Arba menilai, peta kandidat Pilkada Jatim masih sangat terbuka. Anggota DPRD Jatim itu juga memaklumi jika Emil menjadi magnet berbagai pihak, termasuk partai politik, karena memiliki usia yang relatif muda, karir politik yang baik, serta popularitas dan elektabilitas yang cukup tinggi.
“Golkar belum mengumumkan secara resmi figur yang akan diusung. Saat ini, nama Emil ada dalam radar calon Gubernur maupun Wagub Jatim. Artinya, Mas Emil merupakan figur strategis. Bukan hanya Golkar, partai lain juga akan membangun komunikasi, serta melihat peluang kepemimpinan Jatim ke depan,” jelasnya.
Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim itu menegaskan, tidak ada tandatanda Emil akan meninggalkan Demokrat. Bahkan, ungkap Arba, Emil kerap menyebut Demokrat sebagai partai pertama dalam perjalanan politiknya, dan berpotensi menjadi yang terakhir.
“Tidak ada persoalan yang membuat Mas Emil harus pindah partai. Kami yakin, loyalitas Mas Emil kepada Demokrat sangat kuat. Beliau juga sangat mencintai kader-kader Demokrat,” tegasnya.
Diketahui, pernyataan Bahlil meminta Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, bergabung dengan Golkar, dilontarkan saat pelantikan pengurus DPD Golkar se-Provinsi Jatim, di Jatim Expo, Surabaya, Minggu (15/2/2026).
Baca juga : Mendag Telusuri Pasar Yang Kerek Harga Ayam
Acara itu dihadiri sekitar 3.000 kader Golkar, serta perwakilan pimpinan partai politik se-Provinsi Jatim. Sementara, Emil hadir mewakili Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, sekaligus Ketua DPD Demokrat Jatim.
Dalam sambutannya, Bahlil mengatakan, partainya memiliki ikatan persaudaraan dengan berbagai partai politik, seperti NasDem, Hanura, Gerindra, dan Demokrat. “Jadi saya tidak pernah merasa bahwa kepergian kader Golkar kesana itu pindah partai. Tapi, hijrah sementara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bahlil berkelakar, Emil mulai “goyang” dan membuka pintu jika merasa nyaman bersama Golkar. “Kalau rindu pulang ke rumah, come on. Kita ibarat satu rumah beda kamar. Golkar adalah kakak tertua, yang lain adik-adik. Kalau adik-adik tidak nyaman, abang-abang akan memeluk kalian dengan erat,” ucapnya disambut riuh tepuk tangan ribuan kader Golkar.
Guyonan itu, bukan kali pertama dilontarkan Bahlil. Pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Jatim, di Surabaya, Bahlil juga melempar candaan serupa kepada Emil.
Terpisah, pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam menilai, godaan Bahlil kepada Emil merupakan dinamika lazim dalam politik. Namun, ia mengingatkan, perpindahan partai tanpa alasan kuat dapat berdampak negatif terhadap persepsi publik.
Baca juga : Ayo Perbaiki Jalan Secara Permanen, Bukan Ditambal
“Dalam situasi normal tanpa alasan kuat, pindah-pindah partai sebaiknya dihindari. Itu bisa dianggap aji mumpung dan menunjukkan lemahnya loyalitas politik,” ujarnya.
Surokim menambahkan, posisi Emil sebagai Ketua DPD Demokrat, sekaligus Wagub Jatim, sangat strategis. Menurut dia, Emil tidak memiliki alasan mendasar untuk meninggalkan partai yang telah membesarkan karier politiknya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya