Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menutup sementara 11 bandara di Papua menyusul serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa mengatakan, penutupan dilakukan demi menjamin keselamatan penerbangan di tengah meningkatnya risiko keamanan di sejumlah distrik.
“Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan,” ujar Lukman di Jakarta, Senin (16/2/2026).
Menurut dia, insiden penembakan oleh KKB itu mendorong otoritas penerbangan meningkatkan status kewaspadaan. Aktivitas udara dinilai belum sepenuhnya aman sebelum pengamanan diperkuat.
Adapun 11 bandara yang ditutup sementara terdiri atas Satuan Pelayanan (Satpel) Bandar Udara Koroway Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapangan Terbang (Lapter) Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Faowi, Lapter Dagai, Lapter Aboi, Lapter Teraplu, dan Lapter Beoga.
Sementara itu, operasional di lima bandara lainnya tetap berjalan karena dinilai relatif terkendali dan mendapat pengamanan ketat aparat TNI-Polri, yakni Bandara Kiwirok, Bandara Moanamani, Satpel Sinak, Satpel Agandugume, dan Bandara Illu.
Baca juga : Pemerintah Tempuh Semua Jalur Untuk Membela Palestina
Lukman menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berkoordinasi dengan operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan di daerah rawan.
“Maskapai perintis diberikan keleluasaan untuk menilai kondisi keamanan di lapangan, termasuk menghentikan penerbangan tanpa dikenai sanksi, guna mencegah kejadian serupa terulang,” katanya.
Ia menegaskan, penerbangan perintis merupakan layanan vital bagi masyarakat Papua, terutama untuk akses kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, dan mobilitas dasar di wilayah terpencil. “Karena itu, aspek keselamatan dan keamanannya harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Kepolisian menyatakan situasi di wilayah Koroway relatif terkendali pascakejadian. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan aparat telah menguasai kondisi lapangan. “Puji Tuhan, situasi di sana relatif sudah bisa dikendalikan,” kata Johnny.
Ia menjelaskan, wilayah Koroway sebelumnya tidak termasuk kawasan operasi karena dinilai aman. Namun, situasi berubah setelah insiden penembakan pesawat Smart Air.
Personel Operasi Damai Cartenz bersama Polda Papua kini disiagakan di sekitar Bandara Perintis Koroway Batu untuk mencegah gangguan lanjutan.
Baca juga : Di Saat Dunia Krisis Pangan, Alhamdulillah, Kita Surplus
Sebelumnya, KKB menyerang pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation dengan rute Tanah Merah (TMH)–Danawage/Koroway Batu (DNW). Pesawat mengangkut 15 orang, terdiri atas dua awak dan 13 penumpang.
Pesawat lepas landas dari Bandara Tanah Merah sekitar pukul 10.37 WIT dan tiba di Bandara Koroway Batu pada pukul 11.05 WIT. Sesaat setelah mendarat, pesawat ditembaki KKB.
Sebanyak 13 penumpang dilaporkan selamat setelah berlari menyelamatkan diri ke area sekitar bandara. Namun, pilot dan kopilot meninggal dunia di lokasi kejadian.
Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap empat anggota KKB di Yahukimo, Papua Pegunungan. Dua di antaranya berinisial GW dan EH diduga terlibat langsung dalam penembakan pesawat.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, sekitar 20 orang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Aparat masih memburu pelaku lain yang melarikan diri.
“Diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku, sementara lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang,” ujar Yusuf.
Baca juga : Bahas Urusan Dagang dengan AS di Hambalang, Prabowo Minta Posisi Tawar RI Lebih Kuat
Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani menegaskan, perlindungan masyarakat sipil menjadi prioritas utama dalam setiap langkah operasi.“Penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti. Negara tidak boleh kalah oleh teror,” tegasnya.
Sementara, Pengamat Intelijen dan Terorisme Stanislaus Riyanta menilai, persoalan di Papua tidak dapat dilihat semata dari aspek keamanan. Pemerintah juga perlu mengintensifkan dialog dengan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga secara paralel dengan penguatan keamanan.
“Terhadap kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan dan menimbulkan korban sipil, pemerintah tentu dapat bertindak tegas sesuai hukum,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya