Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hoaks Israel Ancam Indonesia Viral di Medsos, Analis Minta Publik Waspada
Sabtu, 7 Maret 2026 08:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Akademisi sekaligus analis hubungan internasional, Ulta Levenia mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarkan berita bohong atau hoaks di media sosial terkait konflik di Iran.
Peringatan itu disampaikan Ulta menanggapi narasi viral yang menyebut seorang jenderal Israel mengancam Indonesia agar tidak ikut campur dalam konflik Iran. Jika Indonesia tetap terlibat, negara ini disebut-sebut akan diserang Israel.
Menurut Ulta, informasi tersebut merupakan kabar bohong yang didaur ulang dan disebarkan kembali di berbagai platform media sosial.
Ulta menegaskan, narasi tersebut sengaja dibuat untuk memancing kegaduhan di tengah masyarakat sekaligus mendiskreditkan pemerintah.
Ia pun mengajak masyarakat meningkatkan literasi digital dan sikap kritis agar tidak mudah terjebak dalam arus propaganda serta disinformasi yang dapat memicu keresahan publik.
Baca juga : Hoaks Program MBG Marak, Analis Ingatkan Risiko Krisis Kepercayaan Publik
“Memang disinformasi dan propaganda saat ini sudah sangat berbahaya. Bahkan ada seorang profesor yang katanya sudah belajar di luar negeri, masih saja terjebak oleh ‘jebakan Batman’ disinformasi dan hoaks,” ujar Ulta dalam pernyataannya, Kamis (5/3).
Ulta menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir muncul narasi di media sosial yang menyebut seorang jenderal Israel bernama Jacob Ariel Ashabi mengancam Indonesia agar tidak ikut campur dalam konflik Iran.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, tokoh yang disebut dalam narasi tersebut ternyata tidak pernah ada.
“Ini hoaks. Jenderal yang disebut sebagai Jacob Ariel Ashabi itu ternyata tidak ada di dunia ini. Nama yang sebenarnya adalah Aviv Kochavi, yang memang pernah menjabat di Israel Defense Forces,” jelasnya.
Menurut Ulta, foto seorang tokoh militer Israel digunakan secara manipulatif dan dipasangkan dengan narasi ancaman yang dramatis untuk menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
Baca juga : Pemerintah Indonesia Diminta Ambil Langkah Diplomasi Aktif
“Nah, fotonya ini diambil lalu dibuatlah judul sedemikian rupa dengan propaganda yang sangat mencekam agar masyarakat menjadi takut. Tujuannya membuat suasana menjadi tegang dan lebih jauh lagi untuk memengaruhi masyarakat Indonesia agar menekan pemerintah,” katanya.
Ia menilai tujuan penyebaran hoaks tersebut bukan sekadar mencari sensasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi opini publik agar menekan pemerintah Indonesia dalam menyikapi konflik internasional.
“Nah, banyak yang termakan hoaks ini. Bahkan mereka ikut mengamplifikasi pernyataan-pernyataan propaganda itu. Bahkan akademisi yang disebut tadi malah ikut membesar-besarkan,” ujarnya.
Ulta juga menyayangkan adanya sejumlah kalangan terdidik yang ikut menyebarkan narasi tersebut tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Menurutnya, kemungkinan adanya operasi intelijen dalam dinamika geopolitik global memang selalu ada. Namun, penyebaran hoaks seperti ini jelas merupakan tindakan yang disengaja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca juga : Levis Hadirkan Inspirasi Denim Mix & Match untuk Ramadan
“Kalau misalnya agen Mossad atau agen intelijen memang ada di Indonesia, itu mungkin saja karena namanya juga operasi intelijen. Tapi kalau hoaks seperti ini, itu jelas kesengajaan karena sengaja dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab agar kita panik,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terlebih di era media sosial yang membuat informasi dapat menyebar sangat cepat. “Jadi, hentikan penyebaran hoaks ini segera,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya