Dark/Light Mode

Perkuat Supremasi Sipil, BEM UNAS Dukung Polri Di Bawah Komando Presiden

Rabu, 11 Maret 2026 21:24 WIB
Polri. Foto: Dok Polri
Polri. Foto: Dok Polri

RM.id  Rakyat Merdeka - Penempatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) langsung di bawah Presiden merupakan salah satu tonggak utama Reformasi 1998 untuk mengoreksi tatanan Orde Baru.

Adapun amanat reformasi menginginkan Polri yang humanis, profesional, akuntabel, transparan dan berintegritas serta memiliki netralitas.

Maulana Idris Sangadji, mahasiswa atau alumni dari Universitas Nasional (UNAS) menyebut pemisahan ini juga memungkinkan Polri membangun identitas yang terus diperbarui sebagai Polisi Sipil (Civilian Police), berorientasi pada hak asasi manusia (HAM) dan perlindungan warga, Polri bukan lagi pendekatan keamanan negara (state security) yang represif.

Baca juga : DPP Holistik Harap Polri Tetap Di Bawah Presiden

"Polri di bawah Presiden itu sesuai dengan amanat reformasi," katanya dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Pihaknya pun mendukung posisi Polri langsung di bawah Presiden bukan sekadar masalah administrasi, tapi ini adalah upaya menjaga ruh Reformasi 1998.

"Struktur ini dirancang untuk memastikan kepolisian bekerja secara profesional, sipil, dan jauh dari bayang-bayang militerisme masa lalu," ucapnya.

Baca juga : Safari Ramadan Di Jatim, Kapolri Ajak Buruh Dukung Upaya Perdamaian Presiden

Dikatakannya, Polri diharapkan dapat fokus sepenuhnya pada Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dan penegakan hukum tanpa terikat komando militer, karena amanat reformasi adalah mengubah wajah Polri dari "penguasa" menjadi "pelayan".

"Struktur ini akan mempermudah kontrol publik melalui Presiden," pungkasnya.

Selain itu, BEM Unas juga menekankan agar harapan semua pihak kepada Polri untuk cepat berbenah diri menjadi lebih profesional dalam tugas pokok & fungsinya dapat segera terealisasi, maka Pemerintah dapat segera menyampaikan hasil rekomendasi tim KPRP.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.