Dark/Light Mode

Usai Klarifikasi Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar Temui Gibran Di Istana Wapres

Jumat, 13 Maret 2026 10:36 WIB
Rismon Sianipar tiba di kompleks Istana Wakil Presiden untuk bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Foto: BAMBANG TRISMAWAN/RM.ID
Rismon Sianipar tiba di kompleks Istana Wakil Presiden untuk bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Foto: BAMBANG TRISMAWAN/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Rismon Sianipar menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Pertemuan itu berlangsung sehari setelah Rismon melakukan klarifikasi terkait polemik ijazah Presiden ke-7 Jokowi

Rismon tiba di kompleks Istana sekitar pukul 09.50 WIB. Ia menumpang mobil Toyota New Rush warna putih bernomor polisi B 2551 GA. Saat turun dari kendaraan, Rismon tampil rapi mengenakan kemeja biru dongker. Ia sempat menyapa wartawan yang sudah menunggu sejak pagi.

"Ada keperluan apa, Pak Rismon?" tanya wartawan. Rismon menjawab singkat.

"Mau silaturahmi saja," kata Rismon.

Baca juga : Jelang Dilantik Prabowo Sore Ini, Calon Pimpinan DEN Tiba Di Istana

Ia tidak banyak berkomentar. Setelah itu, Rismon langsung berjalan menuju gedung Istana Wakil Presiden.

Pertemuan dengan Gibran berlangsung di ruang pertemuan di dalam kompleks Istana. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai isi pembicaraan keduanya. 

Kedatangan Rismon ke Istana Wapres terjadi sehari setelah ia bertemu Presiden ke-7 RI Jokowi di kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Solo, Kamis (12/3/2026). Usai bertemu Jokowi, Rismon mengakui kekeliruan dalam penelitiannya terkait keaslian ijazah Jokowi yang ia tulis dalam buku Jokowi's White Paper.

Kata dia, kesalahan itu terungkap setelah ia melakukan penelitian lanjutan.

Baca juga : Museum Nasional Berkolaborasi dengan Tokyo National Gelar Pameran Istimewa

"Sebagai peneliti independen, saya wajib mengakui kesalahan dan mengoreksi hasil sendiri," kata Rismon usai pertemuan tersebut.

Rismon menjelaskan, metodologi yang ia gunakan berbasis forensik digital sebenarnya sudah baku dan dapat menjadi pembelajaran bagi akademisi maupun lembaga terkait. Namun, validitas penelitian tidak hanya ditentukan oleh metode, tetapi juga kualitas objek yang diteliti.

Dalam penelitian sebelumnya, Rismon menganalisis foto ijazah yang diunggah kader PSI, Dian Sandi Utama. Foto tersebut mengalami distorsi akibat sudut pengambilan gambar dan pencahayaan.

Ia mengakui melakukan kesalahan fatal karena tidak memperhitungkan operasi translasi, rotasi, dan pengaruh pencahayaan pada gambar. Hasil penelitian lanjutan menunjukkan ijazah Jokowi asli. "Tidak ada manipulasi digital. Keasliannya terjaga," ujar Rismon.

Baca juga : Kualifikasi Piala Dunia 2026, Polandia Ngarep Salip De Oranje

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi dan kepada publik.

Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran juga memberikan tanggapan tertulis terkait permintaan maaf tersebut.

"Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," ujar Gibran dalam keterangan tertulis yang disampaikan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (12/3/2026).

Menurut Gibran, pihaknya menghargai sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi serta kesediaannya meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik. Gibran menilai langkah tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.