Dark/Light Mode

Sikapi Dampak Konflik Timur Tengah, PAN Ikut Arahan Presiden Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 06:40 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. (Foto: Instagram/eddy_soeparno)
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. (Foto: Instagram/eddy_soeparno)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Amanat Nasional (PAN) akan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait langkah Pemerintah menghadapi dampak dari perang Amerika Serikat-Israel terhadap Republik Islam Iran.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan, Partai Amanat Nasional (PAN) akan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait langkah Pemerintah menghadapi dampak dari perang Amerika SerikatIsrael versus Republik Islam Iran. 

“Demi bangsa dan dengan tekad untuk selalu mendahulukan kepentingan masyarakat, kita tentu siap,” kata Eddy di Jakarta, Senin (16/3/2026). 

Saat ini, Presiden Prabowo tengah mempertimbangkan sejumlah kebijakan dalam menyikapi dampak dari perang Amerika Serikat-Israel versus Republik Islam Iran. Di antaranya adalah penghematan. Termasuk, kemungkinan pemotongan gaji. 

Baca juga : ASDP, Citilink & Pelni Siap Layani Pemudik

Menurut Eddy, sejumlah opsi kebijakan yang disampaikan Presiden dinilai cukup komprehensif untuk mengantisipasi dampak konflik terhadap perekonomian nasional. 

Beberapa di antaranya adalah kemungkinan penerapan work from home (WFH) hingga pengurangan hari kerja sebagai upaya penghematan energi. 

“Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden kita setuju, mulai dari kemungkinan WFH, kemudian mungkin juga pengurangan hari kerja supaya bisa menghemat energi,” ujar Eddy. 

Wakil Ketua MPR ini menilai, usulan Presiden telah dirancang secara menyeluruh untuk menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika geopolitik global. “Jadi apa yang diusulkan Bapak Presiden saya kira sudah sangat lengkap, komprehensif, dan kita sepakat dengan apa yang beliau sampaikan,” pungkasnya. 

Baca juga : Bahlil Minta Proyek Masela Dipercepat

Senada, Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni menyatakan dukungannya terhadap ikhtiar Pemerintah untuk mencari solusi di tengah geopolitik global yang tidak menentu akibat perang Amerika Serikat-Israel versus Republik Islam Iran. 

Menurut Sahroni, ada banyak langkah yang dapat ditempuh oleh Pemerintah, termasuk efisiensi terhadap belanja negara. Namun, Pemerintah harus melakukan kajian secara mendalam efek langsing dan berbagai turunan yang muncul dari efisiensi tersebut. 

"Saya sangat mendukung usaha presiden mencari solusi untuk tetap mensejahterakan rakyat di tengah kondisi keuangan global yang sedang tidak menentu ini. Opsi memang banyak di depan mata, termasuk efisiensi belanja negara," kata Sahroni di Jakarta, Senin (16/3/2026). 

Namun, Sahroni menilai, wacana pemotongan gaji pejabat publik tetap harus dikaji secara matang. Sebab, dia khawatir efisiensi pada pos gaji, justru memunculkan efek buruk. Sahroni menegaskan, DPR memiliki prinsip yang sama dengan Presiden Prabowo bahwa kepentingan rakyat adalah yang utama. 

Baca juga : Jakarta Lengang, Liburan & Belanja Senang, Cuan Datang

"Tapi pada akhirnya, kami sebagai anggota DPR memiliki prinsip sama dengan Presiden bahwa kepentingan rakyat adalah yang utama," katanya. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung langkah Pakistan yang memangkas gaji para menteri di kabinetnya untuk menekan pengeluaran negara di tengah gejolak global. Kebijakan itu diambil sebagai langkah antisipasi terhadap perang Amerika Serikat-Israel versus Iran. 

Menurut Prabowo, Pakistan menerapkan berbagai kebijakan penghematan, mulai dari pemotongan gaji menteri hingga pembatasan penggunaan kendaraan dinas. Dia menilai, kebijakan tersebut dapat menjadi contoh yang patut dikaji Indonesia, terutama ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan. 

“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jumat (13/3/2026). [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.