Dark/Light Mode

Berkah Dapur MBG , Usaha Ayam Potong Karanganyar Pasok 2,3 Ton Daging per Hari

Sabtu, 11 April 2026 18:57 WIB
Suasana tempat pemotongan ayam UD Syafina di Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: Dok Bakom RI)
Suasana tempat pemotongan ayam UD Syafina di Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: Dok Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Suasana sibuk terlihat di tempat pemotongan ayam UD Syafina di Desa Klodran, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Sejumlah pekerja tampak membersihkan ratusan ekor ayam yang telah disembelih, sementara lainnya memotong ayam menjadi beberapa bagian dan menimbangnya

Sehari-hari, aktivitas di tempat pemotongan ayam ini memang tak pernah sepi. Tak heran, sebab usaha yang telah berdiri selama dua dekade ini merupakan salah satu pemasok utama daging ayam di wilayah tersebut.

Namun belakangan, aktivitas di UD Syafina terlihat lebih padat dari biasanya. Pasalnya, usaha ini kini dipercaya sebagai pemasok daging ayam untuk kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

UD Syafina pun kebanjiran pesanan. Dalam sehari, usaha ini bahkan mampu menambah produksi hingga 300 kilogram (kg) daging.

Baca juga : Berkat MBG, Kelompok Tani Wanita di Karanganyar Mudah Salurkan Panen Sayuran

Bagi usaha pemotongan ayam skala kecil seperti UD Syafina, tambahan tersebut bukanlah angka yang kecil.

Meski pesanan meningkat signifikan, UD Syafina tetap memastikan kualitas daging ayam yang dipotong.

Johan mengatakan bahwa seluruh proses pemotongan dilakukan sesuai syariat Islam. Bahkan, UD Syafina menjadikan ketaatan salat lima waktu sebagai kriteria utama dalam memilih penyembelih.

"Biasanya, ayam yang kita potong per hari mencapai 2 ton. Tapi, sejak ada program MBG, pemotongan kami meningkat sekitar 300 kg. Jadi totalnya, produksi kami sehari 2,3 ton," ujar pemilik UD Syafina Johan Ferdian, dalam keterangannya Sabtu (11/4/2025).

Johan mengatakan, kehadiran program MBG tak hanya menguntungkan usahanya semata, namun juga bagi peternak ayam di wilayah setempat.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Andalkan 345 Kapal Jaga Pasokan Energi

Untuk memenuhi lonjakan produksi tersebut, Johan mengatakan bahwa usahanya mengandalkan pasokan ayam dari peternak di Karanganyar, Wonogiri, dan Boyolali.

Selain itu, program MBG disebutnya juga berdampak pada perekonomian warga di desanya. Sebab, semenjak ada pesanan dari dapur MBG,

Johan pun merekrut dua pekerja tambahan untuk menjaga kelancaran operasional.

“Alhamdulillah, sejak adanya MBG, ada peningkatan karyawan dua orang. Karena kita harus running lebih banyak lagi, pemotongan lebih banyak lagi, effort juga lebih banyak, dan waktu yang kita setel untuk pengiriman harus lebih cepat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Johan menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas inisiasi program MBG yang menurutnya telah memberikan dampak langsung bagi perkembangan bisnis UMKM.

Baca juga : Bea Cukai Jakarta Periksa Gerai Jam Tangan Mewah, Pastikan Kepatuhan Impor

Ia kemudian menyampaikan harapan bahwa program MBG bisa terus berlanjut dan ia pun bisa menyalurkan daging ayam segar ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lainnya demi meningkatkan penjualan dan pendapatan.

"Terima kasih (kepada Presiden Prabowo) kita sampaikan dari UMKM, terutama pemotongan ayam, atas MBG yang dilaksanakan. Dan semoga Bapak Prabowo sehat selalu, dimudahkan untuk memberikan pekerjaan yang lebih baik lagi,” pungkas Johan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.