Dark/Light Mode

Ada Sekolah Rakyat, Anak Pedagang Cilok di Boyolali Punya Harapan Baru

Minggu, 12 April 2026 20:18 WIB
Muhammad Fauzan, penjual cilok dari Dukuh Grembyuk, Desa Tanjung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. (Foto: Bakom RI)
Muhammad Fauzan, penjual cilok dari Dukuh Grembyuk, Desa Tanjung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di balik panci jajanan cilok yang ia letakkan di atas sepeda ontelnya setiap hari, Muhammad Fauzan (46 tahun) menyimpan satu harapan sederhana: anak-anaknya bisa terus bersekolah dan menggapai cita-cita yang mereka inginkan. Harapan itu kini mulai terwujud melalui program Sekolah Rakyat berasrama gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Fauzan, warga Dukuh Grembyuk, Desa Tanjung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, setiap hari berjuang menghidupi keluarganya dengan berjualan cilok menggunakan sepeda ontel.

Ia mengayuh maupun menuntun sepedanya dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, demi menjajakan dagangannya ke berbagai sekolah. Di balik rutinitas tersebut, tersimpan tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga bagi tiga anaknya.

Baca juga : Berkah MBG, Petani di Boyolali Bisa Salurkan Hingga 40 Kilogram Selada

Sejak lahir, Fauzan memiliki keterbatasan pada penglihatan. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk bekerja, terlebih setelah sang istri meninggal dunia akibat asma beberapa tahun lalu. Kini, ia harus mengurus dan membesarkan anak-anaknya seorang diri.

Anak pertamanya kini duduk di bangku kelas X SMK. Anak keduanya masih kelas IV SD, sementara anak bungsunya yang masih balita, diasuh oleh neneknya.

Anak keduanya, Fathul Mu’in, yang kehilangan ibunya saat berusia empat tahun, saat ini bersekolah di salah satu Sekolah Rakyat. Bagi Fauzan, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi masa depan anaknya.

Baca juga : 101 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Anak Miskin Ekstrem Bisa Sekolah Asrama Gratis

Meski tidak dapat membaca dan menulis, Fauzan bersyukur anaknya tetap dapat mengenyam pendidikan. “Saya berharap anak saya menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ujarnya, seperti keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Minggu (12/4/2026).

Ia juga menegaskan, tidak ingin memaksakan cita-cita kepada anaknya. Meski ada harapan agar Mu’in kelak menjadi pengusaha, Fauzan memilih memberikan kebebasan bagi anaknya untuk menentukan masa depan sendiri.

“Saya tidak bisa menghendaki cita-cita anak, tapi saya ingin dia jadi anak yang bisa bekerja sungguh-sungguh,” tambahnya.

Baca juga : Polda Metro Jaya Amankan 2 Pemuda dan 10 Kg Ganja di Grogol

Fauzan menyatakan, program Sekolah Rakyat sangat membantu keluarganya yang memiliki keterbatasan ekonomi. Dari berjualan cilok sebanyak 5 kilogram setiap hari, ia hanya memperoleh omzet sekitar Rp 250 ribu dengan keuntungan bersih sekitar Rp 50 ribu. Itu pun jika dagangannya habis terjual.

Di tengah keterbatasan tersebut, Fauzan menyampaikan apresiasinya terhadap program pemerintah yang telah membuka akses pendidikan bagi anaknya. “Terima kasih kepada Presiden Prabowo atas program-program yang telah dilakukan, terutama yang bisa diikuti oleh anak saya. Mudah-mudahan dapat hikmah dari Allah SWT,” kata Fauzan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.